Arus Mudik Lebaran via Pelni Pontianak Capai 7.200 Penumpang

  • 10 Apr 2026 22:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID. Pontianak - Arus mudik Lebaran Idulfitri melalui angkutan laut di Pontianak tercatat mencapai ribuan penumpang. PT Pelni Cabang Pontianak mencatat total sekitar 7.200 penumpang menggunakan kapal selama periode angkutan Lebaran 2026.

Kepala Cabang PT Pelni Pontianak, Fitrianingsih, menjelaskan jumlah tersebut berasal dari delapan kali keberangkatan kapal selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. “Untuk kapal-kapal ini kami ada dua kapal, Bukit Raya dan Baling Mutu. Jadi kalau periode Lebaran dari H-15 sampai H+15 dengan total delapan kali keberangkatan, jumlah penumpang sekitar 7.200 orang,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, 9 April 2026.

Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang tercatat mencapai sekitar 7.900 orang.

“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama, kita malah ada penurunan sekitar 7 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, penurunan tersebut salah satunya disebabkan berkurangnya penumpang tujuan Semarang. Selain faktor jadwal, kondisi operasional kapal yang mengalami docking juga turut memengaruhi.

“Mungkin karena tanggalnya tidak pas atau berdekatan dengan kapal lain. Selain itu, ada keterlambatan docking sehingga rute Pontianak–Semarang tidak dilalui,” ucapnya.

Sementara itu, rute dengan jumlah penumpang terbanyak pada musim mudik tahun ini adalah tujuan Surabaya. Tercatat, setiap keberangkatan menuju Surabaya mampu mengangkut lebih dari seribu penumpang.

“Yang paling banyak itu di ruas Surabaya. Dalam satu keberangkatan bisa di atas 1.100 orang, bahkan puncaknya pada 6 April mencapai 1.400 penumpang,” katanya.

Dari sisi pelayanan, Pelni meningkatkan kualitas layanan selama musim mudik, terutama pada aspek keamanan dan konsumsi penumpang. Penyesuaian juga dilakukan karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Ia menyebutkan, pengawasan keamanan dilakukan secara rutin, termasuk patroli di dalam kapal. Sementara untuk layanan makanan, Pelni menambah variasi menu bagi penumpang.

Selain itu, Pelni juga menghadapi tantangan terkait masih adanya penumpang yang membeli tiket melalui jalur tidak resmi. Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi penumpang karena tiket tidak valid.

“Kami masih menemukan penumpang yang membeli tiket lewat calo atau media sosial. Padahal kami sudah sosialisasi bahwa pembelian hanya melalui kanal resmi,” ujarnya.

Ke depan, Pelni berharap adanya dukungan pemerintah dalam menjaga kelancaran jalur pelayaran, khususnya di alur Sungai Kapuas. Pendangkalan alur sungai dinilai berpotensi menghambat operasional kapal, terutama saat musim kemarau.

Baca juga: Arus Balik Lebaran di Bandara Internasional Supadio Berjalan Lancar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....