Biografi Singkat Mendiang Jimmy Carter, Mantan Presiden AS ke-39
- 30 Des 2024 10:07 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kematian Jimmy Carter pada Minggu (29/12/2024) malam waktu setempat, membawa duka bagi dunia, terutama masyarakat Amerika Serikat. Perjalanan hidup mantan Presiden AS ke-39 itu memberikan teladan mengenai bagaimana menjadi pria yang konsisten pada prinsip yang dipegangnya.
Melansir Associated Press, Jimmy Carter, lahir dengan nama James Earl Carter Jr. pada 1 Oktober 1924 di Plains, Georgia. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling kompleks dalam sejarah politik Amerika Serikat.
Carter mengawali hidupnya di sebuah komunitas kecil yang mayoritas dihuni warga kulit hitam di Archery, dekat Plains. Pengalaman masa kecil bersama pengasuh dan teman bermain berkulit hitam meninggalkan jejak mendalam pada pandangan progresif Carter mengenai perbedaan antar-ras.
Setelah menamatkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut AS pada 1946, Carter menikahi Rosalynn Smith, seorang rekan senegaranya dari Plains, yang menemaninya selama lebih dari tujuh dekade.
Karier militer Carter sebagai perwira kapal selam menjanjikan. Tetapi, ia memilih kembali ke kampung halamannya untuk mengelola bisnis kacang tanah keluarga setelah ayahnya didiagnosis mengidap kanker.
Karir Politik Jimmy Carter
Carter memasuki dunia politik sebagai senator negara bagian Georgia pada 1962. Setelah dua kali mencalonkan diri, ia memenangkan kursi gubernur Georgia pada 1970 dengan platform progresif, sebelum akhirnya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 1974.
Pada kancah politik nasional AS kala itu, Carter tak begitu populer. Melansir situs resmi Gedung Putih, Carter perlahan-lahan mendapatkan momentum setelah berkampanye selama dua tahun dan membangun koalisi yang solid di antara pemilih Demokrat.
Saat Konvensi Nasional Partai Demokrat, Carter berhasil meraih nominasi sebagai calon presiden pada putaran pertama pemungutan suara. Ia memilih Senator Walter F. Mondale dari Minnesota sebagai wakil presiden.
Dalam pemilihan presiden 1976, Carter menghadapi petahana Presiden Gerald R. Ford. Carter berkampanye dengan gigih, termasuk berpartisipasi dalam tiga debat langsung dengan Ford, yang membantu memperkuat visibilitas dan pesannya kepada rakyat Amerika.
Hasil pemilihan menunjukkan Carter unggul dengan perolehan 297 suara elektoral, mengalahkan Ford yang memperoleh 241 suara. Kemenangan ini menandai awal masa jabatannya sebagai presiden ke-39 Amerika Serikat.
Kepada masyarakat AS kalai itu, Carter berkomitmen membawa transparansi, integritas, dan moralitas ke Gedung Putih. AP News menyebutnya sebagai penawar bagi masyarakat Amerika yang lelah oleh skandal Watergate dan perang Vietnam.
Kebijakan Penting Carter Selama Menjadi Presiden
Selama kepemimpinannya (1977-1981), Carter mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk deregulasi transportasi, pendirian Departemen Pendidikan dan Energi, serta penunjukan perempuan dan minoritas dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk jabatan federal.
Carter juga berhasil menegosiasikan perjanjian perdamaian Camp David antara Mesir dan Israel. Perjanjian ini menandai upaya perdamaian Israel yang kala itu berkonflik parah dengan negara-negara Arab.
Namun, tantangan besar seperti krisis energi, inflasi, dan penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Iran melemahkan popularitasnya. Carter kalah dalam pemilihan presiden 1980 dari Ronald Reagan, hanya memenangkan enam negara bagian.
Misi Kemanusiaan Carter
Setelah meninggalkan Gedung Putih, Carter menemukan kembali misinya melalui The Carter Center, yang ia dirikan bersama Rosalynn pada 1982. Pusat ini berfokus pada promosi hak asasi manusia, pemantauan pemilu, dan pemberantasan penyakit di seluruh dunia.
Carter juga terlibat dalam pengentasan kemiskinan di dunia. Ia terus mendampingi pembangunan rumah bagi kaum miskin bersama lembaga Habitat for Humanity hingga usia senjanya.
Dedikasinya dalam misi kemanusiaan membuatnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002. Penghargaan ini memperkuat reputasinya sebagai "warga dunia" yang berdampak hingga akhir hayatnya.
Carter meninggal dunia pada 29 Desember 2024 di Plains, Georgia, pada usia 100 tahun. Hingga akhir hidupnya, ia tetap dikenang sebagai tokoh yang menjalani hidup dengan prinsip, iman, dan pengabdian kepada sesama.
Sebagaimana ia katakan, "Saya telah memiliki hidup yang luar biasa, penuh dengan teman, petualangan, dan kebermaknaan."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....