Debat Pertama Calon Wali Kota Mataram, Pertarungan Gagasan

  • 16 Okt 2024 21:56 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Debat publik pertama calon Wali Kota Mataram berlangsung meriah di Ballroom Rinjani Hotel Lombok Raya, Rabu malam 16 Oktober. Acara ini mempertemukan dua pasangan calon (Paslon) yakni H. Lalu Aria Dharma-Weis Arqurnain (AQUR) dengan nomor urut 1 dan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM) dengan nomor urut 2.

Masing-masing pasangan hadir bersama tim pendukung, memberikan warna dalam debat yang mengangkat tema isu kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Debat yang digelar oleh KPU Kota Mataram ini menghadirkan lima panelis dari kalangan akademisi, seperti Dr Baiq Mulianah (Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Mataram) dan Dr M Firmansyah (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mataram). Daftar pertanyaan dari panelis diserahkan kepada Ketua KPU Kota Mataram sebelum debat dimulai. Ardianto Wijaya, sebagai moderator, membagi jalannya debat dalam empat sesi yang berlangsung sengit namun tetap tertib.

Sejak awal, Paslon AQUR tampil agresif, menawarkan berbagai rencana jika terpilih sebagai pemimpin Kota Mataram. Lalu Aria Dharma menggarisbawahi pentingnya membangun hubungan harmonis dengan legislatif, memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui peran Kepala Lingkungan (Kaling), serta menciptakan suasana kerja yang positif di pemerintahan.

Sementara itu, HARUM menekankan capaian-capaian mereka selama menjabat, seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp500 miliar dan status Kota Mataram sebagai kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di NTB.

Paslon HARUM menyebutkan pentingnya melanjutkan program-program yang telah berjalan, dengan menekankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur. Sementara AQUR lebih menyoroti perlunya perubahan pendekatan dalam mengelola kota agar lebih dekat dengan kebutuhan warga.

Pada sesi pendalaman, pasangan HARUM dihadapkan pada pertanyaan mengenai peran generasi muda dalam ekonomi kreatif. H Mohan Roliskana menegaskan perlunya ruang-ruang kreatif yang didukung oleh akses teknologi dan pelatihan bagi generasi muda.

Sementara itu, pasangan AQUR menyampaikan pentingnya mengakomodir generasi milenial yang sudah sangat bergantung pada teknologi untuk ikut serta dalam pembangunan kota.

Di sisi lain, saat membahas sport tourism, Lalu Aria dari AQUR menekankan potensi besar dari ajang MotoGP di Mandalika untuk menarik investasi hotel berbintang di Kota Mataram, dengan fokus pada pembangunan yang mendukung ekonomi masyarakat di tingkat kampung.

HARUM menanggapi dengan menyebutkan langkah-langkah konkret yang sudah dilakukan untuk mendukung pariwisata dan memaksimalkan dampak positif dari event besar seperti MotoGP.

Pada sub tema kesehatan, HARUM menguraikan pendekatan kolaboratif dalam menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), melalui sinergi dengan kader posyandu dan kegiatan fogging rutin.

AQUR menyoroti pentingnya meningkatkan insentif bagi kader posyandu untuk memperkuat upaya pencegahan DBD di tingkat masyarakat.

Dalam segmen lingkungan, HARUM menghadapi pertanyaan soal banjir rob dan abrasi di kawasan pesisir. H Mohan Roliskana memaparkan strategi mitigasi yang telah dilakukan, termasuk relokasi warga dan usulan ke pemerintah pusat untuk pembangunan pemecah gelombang.

AQUR, yang melihat masalah ini sebagai siklus tahunan, menekankan pentingnya fasilitas seperti tempat parkir sampan bagi nelayan yang terdampak banjir rob.

Pada segmen terakhir, masing-masing pasangan calon menyampaikan pernyataan penutupnya. Paslon AQUR mengajak masyarakat untuk memilih mereka dengan janji akan membawa perubahan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga. Sementara itu, HARUM menggarisbawahi pentingnya meneruskan capaian yang sudah diraih dan menyempurnakan hal-hal yang belum tuntas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....