Mehdi Taremi Kritik Kendala yang Dialami Timnas Iran di Piala Dunia 2026

  • 28 Jun 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mehdi Taremi menyebut Piala Dunia 2026 sebagai "bencana" akibat berbagai kendala yang dialami Timnas Iran.
  • Iran menghadapi persoalan visa dan logistik sehingga harus bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan bolak-balik ke Amerika Serikat untuk bertanding.
  • Taremi menilai FIFA gagal memberikan solusi atas masalah yang dihadapi Team Melli selama turnamen.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 33 tahun itu menyebut turnamen tahun ini sebagai "bencana."

Hal tersebut disampaikannya bukan tanpa alasan. Selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Iran harus menghadapi berbagai persoalan visa, perjalanan, hingga keterbatasan dukungan logistik.

Pernyataan tersebut disampaikan Taremi usai Iran menuntaskan laga terakhir Grup G dengan hasil imbang 1-1 melawan Mesir. Meski mampu finis di peringkat ketiga grup, Team Melli akhirnya dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar.

Taremi menilai berbagai kendala yang dialami Iran seharusnya dapat diatasi oleh FIFA sebagai penyelenggara turnamen. Menurutnya, masalah tersebut sudah terjadi sejak awal Piala Dunia bergulir, namun tak kunjung mendapat solusi.

"Ini adalah Piala Dunia yang penuh bencana. FIFA seharusnya menyelesaikan setiap masalah di sini, tetapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal," kata Taremi, dikutip dari The Athletic.

Ia mengungkapkan, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menemui skuad Iran di ruang ganti setelah pertandingan melawan Selandia Baru. Saat itu, Infantino disebut mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi Iran baru permulaan.

Namun hingga fase grup berakhir, menurut Taremi, kondisi tim tidak mengalami perubahan. Kapten Iran itu juga menyoroti absennya sejumlah staf logistik yang tidak mendapatkan visa untuk memasuki AS.

Pada penyelenggaraan Piala Dunai 2026, Iran seharusnya bermarkas di Tucson, Arizona, AS. Namun mereka harus bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan melakukan perjalanan ke AS setiap kali menjalani pertandingan.

"Kami tidak memiliki staf logistik di sini karena mereka tidak mendapatkan visa. Bagaimana mungkin kami harus terus bepergian dari Tijuana?” katanya.

“Kami mencintai masyarakat Tijuana dan Meksiko, mereka sangat ramah. Namun sebagai pemain profesional di kompetisi profesional, kondisi seperti ini tidak seharusnya terjadi," ujarnya menambahkan.

Menurut Taremi, situasi tersebut membuat persiapan tim menjadi tidak ideal. Ia juga menilai perlakuan yang diterima Iran tidak adil karena tim terus menyampaikan keluhan, tetapi tidak memperoleh bantuan yang dibutuhkan.

"Ini tidak adil, kami tidak memiliki staf pemulihan maupun staf logistik untuk membantu tim. Kami selalu mengeluhkan masalah-masalah ini, tetapi tidak ada yang membantu," ucapnya.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Iran memang menghadapi pembatasan perjalanan yang membuat mereka tidak dapat menetap di AS. Kondisi tersebut memaksa Team Melli menjalani perjalanan bolak-balik dari Tijuana menuju kota-kota tempat pertandingan berlangsung.

Iran akhirnya mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 pada fase grup. Meski demikian, kritik yang disampaikan Taremi kembali menyoroti tantangan nonteknis yang dihadapi timnya sepanjang mengikuti turnamen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....