Pemain Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Meksiko, Merasa Seperti di Rumah Sendiri
- 24 Jun 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Alireza Jahanbakhsh berterima kasih kepada masyarakat Meksiko atas dukungan dan keramahan selama Piala Dunia 2026.
- Timnas Iran merasa seperti berada di rumah sendiri selama bermarkas di Tijuana.
- Iran masih berpeluang lolos ke babak gugur dan akan menghadapi Mesir pada laga terakhir Grup G.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gelandang timnas Iran Alireza Jahanbakhsh menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Meksiko yang telah menyambut hangat timnya. Menurutnya, keramahan warga Meksiko membuat para pemain Iran merasa seperti berada di rumah sendiri selama Piala Dunia 2026.
Iran saat ini bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan harus terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani pertandingan mereka. Pengaturan tersebut dilakukan setelah tim harus memindahkan pusat latihan dari Tucson, Arizona.
Ucapan terima kasih itu disampaikan Jahanbakhsh setelah Iran bermain imbang 0-0 melawan Belgia. Hasil tersebut menjaga peluang Team Melli untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026.
“Kami mencintai masyarakat Meksiko. Saya rasa semua orang di tim merasakan hal yang sama,” kata Jahanbakhsh.
“Luar biasa bagaimana mereka menyambut kami. Keramahan mereka sungguh mengagumkan, dan saya pikir ada ikatan yang tulus antara para pemain, tim, dan masyarakat Meksiko,” ujarnya melanjutkan.
Pemain berusia 32 tahun itu bahkan mengucapkan terima kasih dalam bahasa Spanyol. “Saya hanya ingin mengatakan, muchas gracias,” ucapnya sambil tersenyum.
Dukungan terhadap Iran tidak hanya datang di markas mereka di Tijuana saja. Sejumlah warga setempat bahkan melakukan perjalanan darat ke Los Angeles untuk memberikan dukungan langsung kepada tim asuhan Amir Ghalenoei.
Pada laga melawan Belgia, terlihat sejumlah suporter mengenakan topi dan jersey Club Tijuana, klub yang fasilitas latihannya digunakan Iran. Banyak penggemar sepak bola Meksiko juga mulai menjadikan Iran sebagai tim favorit kedua mereka di Piala Dunia 2026.
“Rasanya seperti berada di rumah ketika kami berada di Tijuana. Mereka datang jauh-jauh ke sini untuk mendukung kami, dan itu sangat berarti bagi kami,” kata Jahanbakhsh.
“Kami masih akan berada di sana selama empat atau lima hari lagi, mudah-mudahan bisa lebih lama. Kami sangat menghargai mereka dan semoga kami bisa memiliki lebih banyak momen menyenangkan bersama," ujarnya.
Iran kini bersiap menghadapi Mesir pada laga terakhir Grup G yang akan digelar di Seattle pada 26 Juni 2026. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu langkah Iran menuju babak gugur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....