usai Laga Lawan Belgia, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Menyentuh di SoFi Stadium
- 23 Jun 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran meninggalkan pesan tulisan tangan di ruang ganti SoFi Stadium setelah bermain imbang 0-0 melawan Belgia, berisi ucapan terima kasih kepada Los Angeles atas sambutan yang diberikan.
- Dalam pesan itu, Iran menegaskan mereka datang dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan pulang dengan martabat, sekaligus menyerukan perdamaian dan persahabatan antarbangsa.
- Iran masih harus menghadapi Mesir di laga terakhir Grup G untuk menentukan nasib mereka.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Iran meninggalkan pesan menyentuh di ruang ganti SoFi Stadium usai bermain imbang tanpa gol melawan Belgia pada Piala Dunia 2026. Pesan itu ditulis tangan dan dirilis oleh federasi sepak bola Iran.
Dalam pesan tersebut timnas Iran menyampaikan terima kasih kepada Los Angeles atas sambutan yang diberikan. Sekaligus menegaskan bahwa mereka pulang dengan penuh martabat.
Hasil imbang dengan Belgia tersebut membuat peluang Iran untuk lolos ke babak gugur masih terbuka. Los Angeles sendiri menjadi tuan rumah bagi dua pertandingan Iran di Grup G sejauh ini.
Dalam pesan itu, Iran mengapresiasi keramahan yang mereka terima selama berada di kota tersebut. Mereka juga menyinggung semangat bangsa Iran yang disebut tetap hidup dan teguh dari masa Persia kuno hingga Iran modern saat ini.
“Dari Persia kuno ribuan tahun lalu hingga Iran modern yang beradab saat ini. Semangat Iran tetap hidup dan teguh,” tulis pesan tangan tersebut yang kemudian dirilis oleh federasi sepak bola Iran.
| Baca juga: Iran Lawan Belgia: 0-0 |
“Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan meninggalkan kota ini dengan penuh martabat. Terima kasih Long Angeles untuk pelayanannya,” kata mereka.
Iran juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung mereka yang telah hadir memberikan semangat. “Terima kasih untuk semua Iranian yang telah memberikan hati, suara dan jiwa untuk Timnas Iran selama 180 menit pertandingan,” ucap mereka.
Pesan itu kemudian ditutup dengan seruan untuk perdamaian untuk seluruh bangsa. “Semoga kedamaian, saling menghormati dan persahabatan ada dan bertahan diseluruh bangsa.”
Sepanjang turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Iran bermarkas di Tijuana, Meksiko. Mereka harus melakukan perjalanan ke AS untuk setiap pertandingan.
Kondisi itu terjadi karena adanya pembatasan terkait keberadaan mereka di negara tersebut. Sementara sejumlah staf dan ofisial tim lainnya juga dikabarkan dilarang masuk AS.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei sebelumnya beberapa kali mengkritik pembatasan tersebut. Ia menilai timnya menghadapi tantangan yang tidak dialami peserta lain di turnamen ini.
Iran sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka Grup G. Mereka kini bersiap menghadapi Mesir di Seattle pada laga terakhir fase grup untuk menentukan nasib menuju babak gugur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....