Berita Sepekan: Enam Cerita Warnai Sepekan Perdana Piala Dunia 2026
- 19 Jun 2026 15:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang digelar di tiga negara tuan rumah.
- Laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan diwarnai tiga kartu merah dan kontroversi wasit.
- Iran harus bolak-balik Amerika Serikat dan Meksiko akibat kebijakan perjalanan khusus.
- Suporter Jepang kembali mendapat pujian dunia karena membersihkan tribun seusai pertandingan.
- Curacao mencetak sejarah tampil perdana di Piala Dunia meski kalah dari Jerman.
Ketika sejumlah kontroversi dan persoalan muncul di berbagai tempat, suporter Jepang kembali menunjukkan teladan. Seusai pertandingan, mereka terlihat memungut sampah dan membersihkan area tribun yang digunakan.
Aksi tersebut bukan pertama kali terjadi dalam ajang sepak bola internasional. Namun, kebiasaan itu kembali menjadi sorotan karena menunjukkan bentuk sportivitas yang sederhana namun bermakna.
Cerita ini muncul setelah Jepang menahan imbang Belanda dengan skor 2-2 pada Minggu,14 Juni 2026. Pertandingan tersebut berlangsung sengit dan menjadi salah satu laga menarik pada fase grup.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju kepada jalannya pertandingan di atas lapangan. Seusai laga berakhir, para pendukung Jepang justru mencuri perhatian melalui tindakan mereka di tribun.
Suporter Jepang terlihat merapikan area tempat duduk dan mengumpulkan sampah yang tersisa. Aksi tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan mendapat apresiasi dari berbagai negara.
FIFA bahkan turut membagikan rekaman aksi tersebut melalui akun sosial X @FIFAcom. Tayangan itu kembali memperlihatkan budaya unik yang selama ini melekat pada pendukung Samurai Biru.
Salah seorang suporter Jepang mengatakan kebiasaan tersebut berangkat dari nilai penghormatan terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, stadion juga harus diperlakukan dengan penuh tanggung jawab.
"Itu adalah budaya kami. Ini tentang rasa hormat kepada pemain, penonton, dan juga stadion. Kami merasa terhormat berada di sini sehingga tidak ingin meninggalkan sampah begitu saja," katanya dalam video yang diunggah akun sosial X @FIFAcom.
Tradisi tersebut bukan sesuatu yang baru bagi para penggemar sepak bola internasional. Suporter Jepang telah lama dikenal membersihkan tribun seusai pertandingan di berbagai ajang besar.
Perhatian dunia mulai tertuju pada kebiasaan tersebut sejak Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, suporter Jepang tetap memungut sampah meski tim mereka tersingkir pada fase grup.
Kebiasaan serupa kemudian terus terlihat dalam berbagai turnamen internasional berikutnya. Salah satunya terjadi setelah kemenangan Jepang atas Jerman pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Di tengah euforia, rivalitas, dan tekanan pertandingan yang tinggi, aksi tersebut kembali menjadi pengingat. Bahwa sepak bola tidak hanya berbicara tentang hasil pertandingan, tetapi juga tentang sikap dan tanggung jawab.
|
Selanjutnya,
Curacao Ukir Sejarah Meski Dibungkam Jerman
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....