Ini Tips Cerdas Cegah Sakit Gigi
- 11 Jan 2025 18:15 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar; Penyakit gigi dan mulut masih dominan terjadi di masyarakat Indonesia dan bahkan prevalensinya cukup tinggi yang mencapai 57,6 persen dari total penduduk.
Beberapa sumber mengatakan bahwa masalah gigi dan mulut yang kerap terjadi di Indonesia seperti karies gigi atau gigi berlubang, gingivitis, periodontitis, abses gigi, kanker mulut dan stomatitis atau peradangan pada mukosa mulut.
Sejatinya penyakit gigi dan mulut termasuk gusi bukan hanya terjadi di Indonesia namun berlaku global.
Berdasarkan Laporan WHO terkait Status Kesehatan Gigi dan Mulut tahun 2022, sekitar 3,5 miliar orang di seluruh dunia atau hampir setengah populasi dunia mengalami penyakit gigi dan mulut (www. badankebijakan.kemkes.go.id)
Bahkan penyakit gusi dikatakan disebabkan karena akumulasi bakteri dalam plak, lapisan tipis di gigi dan gusi dengan gejala umum termasuk turunnya gusi dan perdarahan.
Bila plak menumpuk dan mengeras selanjutnya dapat menembus gusi yang menyebabkan peradangan dan sekaligus memfasilitasi masuknya bakteri ke dalam aliran darah yang pada akhirnya mungkin gigi akan dicabut.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sakit gigi, yang belakangan ini ternyata juga dikaitkan dengan Alzheimer seperti yang dikutip dari buku Brain Power, karya Catherine De Lange (2024);
1.Gusi yang sakit seperti pembengkakan, pendarahan dan bau mulut, adalah tanda-tanda yang perlu diatensi, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi jika anda mengalaminya.
2.Sikat gigi secara teratur setidaknya dua kali sehari dan gunakan benang gigi untuk menghilangkan plak di antara gigi.
3.Jika plak berubah menjadi karang gigi, kunjungi dokter gigi untuk membersihkannya.
4.Hindari menyikat gigi yang terlalu keras, karena tindakan ini dapat menyebabkan kerusakan dan kemungkinan bakteri masuk ke dalam aliran darah.
5.Merokok membuat anda lebih sulit mengenali tanda tanda penyakit gusi berdarah, karena berkurangnya aliran darah dan lebih sulit diobati, sebab merokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....