Karhutla Kerumutan, Pemprov Riau Tambah 92 Personel Pemadam

  • 24 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menambah kekuatan personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto melepas 92 personel untuk memperkuat tim yang telah berada di lapangan, Senin 24 Agustus 2026.

SF Hariyanto mengatakan, penambahan personel dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta pemerintah kabupaten dan kota.

“Hari ini kami melepas tim, menambah kekuatan lagi, lebih kurang 92 personel,” ujar SF Hariyanto.

Menurut SF Hariyanto, salah satu kendala utama dalam pemadaman karhutla di Kerumutan adalah keterbatasan sumber air. Sejumlah embung dan parit di sekitar lokasi kebakaran telah mengering, sehingga menyulitkan upaya pemadaman, terutama pada lahan gambut.

“Kondisi air sangat berat. Ada embung-embung, air sudah kering sama sekali. Di parit juga air sudah kering,” katanya.

Pemerintah Provinsi Riau, lanjutnya, berupaya menggali kembali sumber air untuk mendukung proses pemadaman di lapangan.

SF Hariyanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kualitas udara, tetapi juga membahayakan masyarakat serta dapat berujung pada proses hukum.

Selain menambah personel, Pemprov Riau menyalurkan 14 ribu masker kepada masyarakat dan menyiapkan oksigen bagi petugas yang bertugas di lokasi karhutla.

SF Hariyanto meminta seluruh petugas mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas, termasuk menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.

Sementara, Kepala Satpol PP Provinsi Riau Sri Sadono Mulyanto mengatakan, 50 personel yang diberangkatkan membawa sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya lima unit pompa, genset, tangki air, dan selang.

“Jadi ada lima pompa, kita juga bawa genset, kita juga bawa tangki untuk airnya itu untuk disambung lagi,” kata Sri Sadono.

Ia menjelaskan, pergantian personel akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi fisik petugas sekaligus mengurangi paparan asap. Personel yang bertugas diperkirakan akan diganti setelah lima hari.

Sri Sadono menambahkan, keterbatasan sumber air menjadi salah satu tantangan di lapangan. Karena itu, tim membawa pompa dan selang yang cukup panjang untuk menjangkau sumber air yang berada jauh dari lokasi kebakaran.

“Pada prinsipnya, perintah kami laksanakan. Perkembangan nanti kami informasikan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....