Riau Buka Peluang Kolaborasi Teknologi dengan Hong Kong
- 01 Okt 2026 09:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau terus membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat investasi dan pengembangan industri. Salah satunya melalui penjajakan kolaborasi bersama Hong Kong Cyberport dalam bidang teknologi, inovasi hingga hilirisasi komoditas.
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam pertemuan Pemprov Riau bersama delegasi Hong Kong Cyberport di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Rabu 30 September 2026. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan investasi yang dimiliki Riau.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, menyambut baik kedatangan delegasi Hong Kong Cyberport. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus melihat peluang pengembangan ekonomi Riau melalui kolaborasi dengan mitra dari luar negeri.
“Kami Provinsi Riau mendapat peluang menjajaki kerja sama dengan Hong Kong Cyberport, dan kami menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas kehadiran delegasi Hong Kong Cyberport,” ujar Helmi.
Helmi mengatakan, sektor hilirisasi menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama tersebut. Menurutnya, penerapan teknologi diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas sekaligus mendorong perkembangan industri di Riau.
Ia menambahkan, pengalaman Hong Kong Cyberport dalam membangun ekosistem teknologi dapat menjadi peluang bagi Riau untuk mengembangkan inovasi. Terlebih, aktivitas Hong Kong Cyberport juga telah memiliki keterkaitan dengan dunia usaha di kawasan ASEAN.
Sementara itu, Deputy Director for Commercial Relations Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) Jakarta, Stanley Wan, mengatakan hubungan komersial antara Hong Kong dan Indonesia telah terjalin cukup erat. Kehadiran Hong Kong Cyberport di Riau, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya melihat potensi teknologi dan peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama.
“Hong Kong dan Indonesia memiliki hubungan komersial yang erat dan Hong Kong terbuka untuk menjadi mitra teknologi dan memiliki sumber investasi,” kata Stanley.
Menurut Stanley, pemanfaatan teknologi dapat membantu industri meningkatkan produksi sekaligus mengurangi penggunaan sumber daya dan limbah. Karena itu, ia berharap penjajakan antara Riau dan Hong Kong tersebut dapat berlanjut menjadi kemitraan yang lebih luas pada masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....