Wali Kota Pekanbaru Isi Kuliah Umum di Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia
- 03 Agt 2026 16:22 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menekankan pentingnya pembentukan karakter, adab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa. Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Studium Generale Tahun Akademik 2026/2027 di lingkungan Institut Agama Islam Imam Syafii (IMSYA) Indonesia, Senin, 3 Agustus 2026.
Di hadapan para mahasiswa, Agung menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang memiliki karakter dan adab yang baik.
“Di sini ada pembelajaran tentang karakter dan juga tentang adab. Adab ini sangat penting. Adik-adik sekalian tidak hanya dituntut untuk berilmu, karena dunia juga membutuhkan orang-orang yang memiliki adab,” ujar Agung.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan harus dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian dan keinginan untuk mengabdikan pengetahuannya kepada masyarakat.
“Walaupun saat ini masih belajar di sini, ke depan harus ada yang bisa diabdikan. Kalau sudah memiliki ilmu, maka ilmu tersebut harus digunakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Agung menambahkan, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari tingginya pendidikan maupun banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia, Ali Musri Semjan Putra, menyampaikan bahwa pihak kampus telah membekali mahasiswa baru dengan berbagai materi yang berkaitan dengan persoalan sosial dan tantangan yang dihadapi generasi muda.
Pembekalan tersebut sebelumnya diberikan melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Materi yang diberikan bertujuan agar mahasiswa memiliki pengetahuan serta kemampuan untuk melindungi diri dari berbagai tindakan kriminal dan perilaku menyimpang.
“Alhamdulillah, kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota bahwa pada kegiatan PBAK kemarin, mahasiswa telah dibekali dengan berbagai materi yang dapat melindungi dan mengawasi mereka dari berbagai tindakan kriminal,” kata Ali Musri.
Ia menjelaskan, sejumlah materi yang diberikan kepada mahasiswa antara lain mengenai deradikalisasi, bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, serta persoalan LGBT.
“Ada materi tentang deradikalisasi, bahaya obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, LGBT, dan berbagai pembahasan lainnya yang harus kami bekalkan kepada mahasiswa,” terangnya.
Melalui kegiatan Studium Generale tersebut, mahasiswa IMSYA Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang beradab, berkarakter, mampu menjaga diri, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan Kota Pekanbaru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....