Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap, Pemko Pekanbaru Siaga Hadapi Lonjakan ISPA

  • 17 Sep 2026 07:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut kondisi udara di Pekanbaru masih mengalami perubahan atau fluktuasi. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh asap kiriman dari wilayah selatan yang terbawa hingga masuk ke kawasan Kota Pekanbaru.

Ia menjelaskan, kualitas udara sebelumnya sempat mengalami perbaikan dan berada dalam kategori sehat pada akhir pekan lalu. Namun, kondisi kembali berubah setelah asap kembali masuk ke wilayah Pekanbaru.

"Ini merupakan asap kiriman dari arah selatan. Kondisinya memang tidak selalu sama, terkadang ada dan terkadang berkurang. Saat hujan turun, kualitas udara biasanya kembali membaik seperti akhir pekan kemarin," ujar Markarius, Rabu 16 September 2026.

Melihat kondisi tersebut, Markarius meminta masyarakat lebih waspada, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

"Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, kami mengimbau agar menggunakan masker untuk menjaga kesehatan dari paparan asap," katanya.

Di sisi lain, Markarius memastikan saat ini tidak ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Kota Pekanbaru. Aktivitas kebakaran lahan dalam wilayah kota masih berada dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dengan meminta organisasi perangkat daerah terkait terus memantau perkembangan kualitas udara serta dampak kesehatan yang mungkin terjadi di masyarakat.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru juga diminta memperkuat pelayanan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya masyarakat dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Puskesmas dan rumah sakit harus tetap siap memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Kondisi ini cukup berpengaruh terhadap kesehatan," jelasnya.

Selain penanganan kesehatan, Pemko Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat agar turut mencegah munculnya titik api baru. Warga diminta tidak membuka lahan dengan metode pembakaran yang dapat memperburuk kondisi udara.

Markarius meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan maupun indikasi munculnya titik api agar dapat segera ditangani oleh petugas.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi lingkungan demi menjaga kesehatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....