DPRD Pekanbaru Ingin Jembatan Darurat Nelayan Ujung Rumbai Tuntas Segera

  • 23 Jul 2026 07:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Keselamatan warga menjadi sorotan setelah pembangunan jembatan darurat di Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, belum juga diselesaikan. Padahal, kerusakan pada akses tersebut telah berlangsung hampir dua bulan dan terus menghambat mobilitas masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kunjungannya, ia meminta pihak terkait menuntaskan pengerjaan jembatan darurat paling lambat tiga hari ke depan.

“Hampir dua bulan jembatan ini belum juga selesai. Hari ini saya turun langsung untuk memastikan pembangunan jembatan darurat di Jalan Nelayan, Rumbai, segera dituntaskan,” kata Zulkardi.

Menurutnya, kondisi jembatan sementara saat ini masih belum sepenuhnya aman. Pengendara sepeda motor bahkan harus turun dari kendaraannya ketika melintas karena permukaan dan konstruksi jembatan belum memadai.

Situasi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Terlebih, Jalan Nelayan Ujung merupakan salah satu akses penting yang setiap hari digunakan masyarakat di kawasan Sri Meranti.

Zulkardi menegaskan, keterlambatan pekerjaan tidak boleh terus berlanjut. Ia meminta instansi maupun pelaksana proyek mempercepat pengerjaan agar jembatan dapat segera digunakan secara normal.

“Saya menekankan kepada pihak terkait agar pekerjaan ini selesai dalam waktu tiga hari ke depan, sehingga masyarakat tidak lagi harus turun dari sepeda motor saat melintasi jembatan,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan dan harus segera ditangani. Menurutnya, keselamatan warga wajib menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelaksanaan proyek infrastruktur.

“Kondisi seperti ini sangat membahayakan keselamatan warga dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Komisi IV DPRD Pekanbaru, lanjut Zulkardi, akan terus melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan. Pengawalan akan dilakukan hingga jembatan benar-benar selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa menimbulkan risiko keselamatan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan terus mengawal hingga jembatan ini benar-benar selesai dan dapat digunakan dengan aman,” katanya.

Jembatan di Jalan Nelayan Ujung diketahui amblas pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kerusakan tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat karena jalan itu menjadi jalur penghubung utama bagi warga di Kelurahan Sri Meranti dan wilayah sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....