Pemko Pekanbaru Bangun Drainase Jalan Paus

  • 01 Sep 2026 19:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mengalokasikan anggaran Rp4 miliar untuk membangun saluran air sepanjang 366 meter di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, guna mengatasi genangan akibat buruknya aliran drainase di kawasan tersebut.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung pengerjaan proyek tersebut pada Selasa 1 Agustus 2026. Ia mengatakan drainase lama tidak lagi mampu menampung debit air, terutama saat hujan deras.

“Di lokasi ini sebelumnya terjadi penyumbatan parah akibat tumpukan sampah dan endapan sedimen. Aliran air bahkan tersumbat total sehingga luapan dari Jalan Arifin Ahmad tidak tertampung oleh drainase lama,” ujar Agung.

Saluran baru yang dibangun memiliki lebar tiga meter dan kedalaman 1,5 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengalirkan air dari Jalan Arifin Ahmad menuju Jalan Paus. Pemko Pekanbaru juga berencana melanjutkan pembangunan saluran hingga terhubung ke Jalan Ambu-Ambu.

Agung mengajak masyarakat ikut menjaga saluran yang telah dibangun dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, peran masyarakat diperlukan agar fungsi drainase dapat bertahan dan risiko banjir di kawasan Marpoyan Damai berkurang.

“Kami berharap warga ikut merawat dan tidak membuang sampah ke dalam saluran. Sinergi pemerintah dan masyarakat sangat penting agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir dapat ditekan,” katanya.

Di sisi lain, pengerjaan drainase tersebut mendapat keluhan dari warga sekitar. Zairil, salah seorang pemilik usaha di lokasi, mengaku proses pengerjaan sempat mengganggu aktivitas usahanya dan menyebabkan area di sekitar tempat usahanya tergenang ketika hujan deras.

Ia juga mempertanyakan kepastian pembangunan jembatan sebagai akses menuju tempat usahanya yang sebelumnya disebut akan dibangun oleh pihak pelaksana.

“Awalnya pihak pelaksana berjanji jembatan akses ke tempat saya akan dibongkar dan dicor seluruhnya. Namun, sampai sekarang jembatan untuk akses ke tempat usaha saya belum jadi dicor,” ungkap Zairil.

Zairil berharap pekerjaan drainase segera diselesaikan dan pihak pelaksana merealisasikan pembangunan jembatan akses sehingga aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi tidak terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....