Menteri LH dan Kapolda Riau Tinjau Karhutla di Kampar
- 22 Agt 2026 16:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan mengungkap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Sabtu 22 Agustus 2026. Meski secara keseluruhan terjadi penurunan, sejumlah titik masih membutuhkan penanganan serius, terutama di wilayah Kabupaten Pelalawan.
Hal tersebut disampaikan saat keduanya meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Kampar- Riau. Jumhur mengatakan upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah bersama aparat dan masyarakat telah memberikan hasil positif. Menurutnya, Riau termasuk provinsi dengan mitigasi karhutla yang dinilai baik.
“Dari data kami, Riau termasuk provinsi yang sekarang mitigasinya sangat baik. Jumlah kebakaran dan sebagainya jauh menurun dibandingkan sebelum-sebelumnya,” kata Jumhur.
Jumhur menyebut langkah mitigasi telah dilakukan sebelum terjadinya peningkatan ancaman kebakaran, antara lain melalui pembangunan sekat kanal, persiapan embung, serta berbagai upaya pencegahan lainnya. Ia mengapresiasi TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pemadaman.
Dalam peninjauan di kawasan Kampar, Jumhur menyebut terdapat sekitar empat hektare lahan yang terbakar. Api telah berhasil dipadamkan dan petugas saat ini masih melakukan pendinginan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergotong royong, berjibaku untuk mematikan api di mana pun kalian berada,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan mengatakan secara keseluruhan kasus karhutla di Riau memang mengalami penurunan. Namun, masih terdapat satu titik yang menjadi perhatian serius, yakni di wilayah Perumahan, Kabupaten Pelalawan.
Kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar 26 hari dengan luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 280 hektare. Kondisi lahan yang merupakan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus dan dukungan operasi udara.
“Di Perumahan itu ada 280 sekian hektare yang terbakar. Karena Perumahan lokasinya gambut, mau tidak mau pakai pasukan udara,” kata Herry.
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BNPB, BPBD, serta berbagai pemangku kepentingan. Herry menegaskan, persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan kekuatan kolaborasi dari seluruh pihak.
Upaya penanganan juga tidak berhenti pada pemadaman. Pemerintah dan aparat melakukan langkah mitigasi sejak fase prabencana dengan membangun embung, sekat kanal, dan berbagai sarana pencegahan lainnya.
Sementara setelah kebakaran terjadi, perhatian diarahkan pada dampak terhadap masyarakat. Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan melakukan pemeriksaan kesehatan secara serentak di Desa Perumahan, khususnya terhadap anak-anak yang berpotensi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas membagikan masker dan memberikan layanan trauma healing kepada masyarakat terdampak.
Dalam penanganan karhutla tersebut, Polda Riau juga telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.
“Ada satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Herry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....