Apel Karhutla Riau, Menteri Hanif Libatkan Dunia Usaha
- 25 Apr 2026 12:18 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Sebagai tindak lanjut dari apel kesiapsiagaan sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin apel kesiapsiagaan karhutla yang melibatkan dunia usaha di Lapangan Sanggar Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Sabtu pagi 25 April 2026.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari apel kesiapsiagaan yang sebelumnya digelar di Riau dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago.
Dalam arahannya, Hanif Faisol menegaskan apel kesiapsiagaan ini menjadi langkah awal penting dalam upaya penanggulangan karhutla secara nasional.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam penanggulangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Hanif.
Hanif menekankan pemerintah pusat bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus turun langsung ke daerah-daerah rawan karhutla, khususnya di enam provinsi dengan potensi tinggi, termasuk Riau.
Mengacu pada data dari BMKG, Hanif menyebutkan Indonesia diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang relatif panjang tahun ini, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Sesuai pantauan BMKG, tahun ini kita akan memasuki masa kemarau yang relatif panjang, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” jelasnya.
Hanif menegaskan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk dunia usaha.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan peran serta semua pihak, termasuk perusahaan,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Riau.
“Pertamina Hulu Rokan berkomitmen dan mendukung penuh pelaksanaan penanganan karhutla di Provinsi Riau,” ungkap Andre.
Dalam apel tersebut, Menteri Lingkungan Hidup juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel dan peralatan pemadam dari berbagai perusahaan. Selain itu, dilakukan pelepasan tim pemadam karhutla ke sejumlah lokasi yang masih terdeteksi memiliki titik api dan titik panas.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengantisipasi serta menanggulangi karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Riau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....