Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Hanya untuk Keluarga Miskin, Tidak Ada Titipan

  • 14 Jun 2026 17:03 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan program Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi keluarga miskin dan rentan yang berada pada kelompok desil 1 dan desil 2. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama calon siswa dan orang tua Sekolah Rakyat di Sentra Abhiseka Pekanbaru, Minggu 14 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos berdialog langsung dengan calon siswa tingkat SMP dan serta orang tua mereka. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat, termasuk mulai mempersiapkan layanan untuk jenjang sekolah dasar (SD).

Saat ini, Provinsi Riau memiliki dua Sekolah Rakyat yang telah beroperasi sejak Juli 2025, yakni Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Pekanbaru.

"Insya Allah tahun ini kita akan menambah kapasitas siswa Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan gedung permanen yang sedang dibangun di Kabupaten Kuantan Singingi. Progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 80 persen dan nantinya dapat menampung lebih dari 1.000 siswa," kata Gus Ipul.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari target Presiden agar setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang dapat melayani masyarakat kurang mampu.

Gus Ipul menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin yang belum bersekolah, putus sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah.

"Yang berhak bersekolah di sini adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria. Tidak boleh ada pungutan, tidak boleh ada titipan. Menteri tidak boleh menitipkan siswa, gubernur tidak boleh menitipkan siswa, wali kota juga tidak boleh menitipkan siswa," tegasnya.

Ia menjelaskan, proses penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan langsung oleh petugas kepada keluarga calon peserta didik. Setelah dilakukan verifikasi dan mendapatkan persetujuan orang tua, nama calon siswa akan ditetapkan oleh kepala daerah sebelum diajukan kepada Kementerian Sosial untuk mendapatkan penetapan resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan itu, Mensos juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari kepala sekolah, guru hingga tenaga kependidikan lainnya, untuk bekerja dengan penuh empati dan kasih sayang.

"Kami berharap seluruh penyelenggara bekerja dengan hati, memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak, sekaligus tetap berpedoman pada aturan dan standar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Gus Ipul mengaku gembira melihat perkembangan para siswa setelah hampir 11 bulan proses pembelajaran berjalan. Menurutnya, berbagai kemajuan mulai terlihat, baik dari prestasi maupun perubahan perilaku siswa.

"Kita melihat anak-anak Sekolah Rakyat semakin percaya diri, lebih disiplin, dan lebih sehat. Hal itu juga disampaikan langsung oleh para orang tua siswa," katanya.

Pemerintah berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....