Bolu Kemojo Khas Melayu Riau, Resep Warisan Leluhur dengan Aroma Pandan Menggoda
- 11 Agt 2026 17:23 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Berbicara tentang kuliner khas Melayu Riau, ada satu sajian tradisional yang hingga kini tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, yakni Bolu Kemojo. Kue berwarna hijau dengan bentuk menyerupai bunga kemboja ini bukan sekadar kudapan.
Bolu Kemojo menjadi bagian dari kekayaan kuliner Melayu Riau yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keistimewaannya terletak pada bahan-bahan sederhana yang berasal dari hasil bumi, seperti santan dari kelapa tua dan sari daun pandan segar. Dalam resep tradisionalnya, warna hijau kue berasal dari pandan, tanpa perlu menggunakan pewarna buatan.
Dikutip dari Wikipedia Indonesia, Bolu Kemojo dikenal sebagai salah satu makanan khas Riau yang memiliki cita rasa manis, gurih, sekaligus harum pandan yang khas.
Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, berikut resep Bolu Kemojo khas Melayu Riau yang dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan cita rasa tradisional di meja keluarga.
Bahan-Bahan
Untuk membuat satu adonan Bolu Kemojo, siapkan bahan-bahan berikut:
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 200 gram gula pasir
- 4 butir telur ayam
- 400 ml santan kental dari 1 butir kelapa tua
- 10–12 lembar daun pandan segar
- 50 gram margarin atau mentega, dicairkan
- ½ sendok teh garam halus
Salah satu ciri menarik Bolu Kemojo tradisional adalah warna hijaunya yang alami. Warna tersebut berasal dari sari daun pandan segar.
Jika tersedia, daun suji juga dapat ditambahkan untuk memperkuat warna hijau. Dengan demikian, tidak diperlukan pewarna makanan buatan untuk mendapatkan tampilan khas Bolu Kemojo.
Cara Membuat Bolu Kemojo
1. Buat Sari Pandan
Pertama, cuci daun pandan hingga bersih, kemudian potong kecil-kecil.
Masukkan daun pandan ke dalam blender dengan sedikit air. Daun pandan juga dapat ditumbuk secara tradisional hingga halus.
Setelah itu, peras dan saring untuk mengambil sari pandannya. Sisihkan.
2. Siapkan Santan Pandan
Campurkan santan kental dengan sari pandan dan garam. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata.
Panaskan campuran tersebut sebentar sambil terus diaduk. Jangan sampai santan mendidih agar tidak pecah.
Setelah cukup hangat, angkat dan biarkan hingga dingin.
3. Kocok Telur dan Gula
Masukkan telur dan gula pasir ke dalam wadah.
Kocok hingga gula larut dan adonan terlihat sedikit mengembang. Tidak perlu mengocoknya terlalu lama hingga kaku seperti ketika membuat bolu pada umumnya.
Tahap ini penting untuk menjaga karakter Bolu Kemojo yang cenderung padat, tetapi tetap lembut.
4. Campurkan Semua Bahan
Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit ke dalam adonan telur dan gula. Aduk perlahan hingga tercampur.
Kemudian tuangkan santan pandan yang sudah dingin, disusul margarin atau mentega cair.
Aduk perlahan hingga adonan benar-benar halus dan tidak menggumpal.
Untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut, adonan dapat disaring terlebih dahulu sebelum dituangkan ke dalam cetakan.
5. Panggang hingga Matang
Panaskan oven pada suhu 170 derajat Celsius.
Siapkan cetakan khas Bolu Kemojo yang berbentuk bunga kemboja. Olesi permukaannya dengan margarin secara tipis agar kue tidak lengket.
Tuangkan adonan hingga sekitar tiga perempat bagian cetakan.
Panggang selama kurang lebih 45–60 menit, atau hingga Bolu Kemojo matang sempurna.
Untuk memastikan kematangan, lakukan tes tusuk. Jika tidak ada adonan yang menempel pada tusuk, Bolu Kemojo sudah siap diangkat.
6. Dinginkan Sebelum Disajikan
Setelah matang, biarkan Bolu Kemojo berada di dalam cetakan selama beberapa saat.
Setelah agak dingin, keluarkan secara perlahan.
Bolu Kemojo siap disajikan. Cita rasanya justru semakin nikmat setelah kue benar-benar dingin karena teksturnya menjadi lebih set dan aroma pandan serta santannya semakin terasa.
Bolu Kemojo yang dibuat dengan resep tradisional memiliki sejumlah ciri khas.
- Warna: hijau alami dengan sentuhan keemasan, bukan hijau mencolok.
- Tekstur: padat tetapi tetap lembut, sedikit lembap, dan memiliki sensasi kenyal saat disantap.
- Rasa: manis yang pas, berpadu dengan rasa gurih santan dan aroma pandan yang harum.
- Bentuk: menyerupai bunga dengan lima kelopak, menjadi salah satu identitas visual Bolu Kemojo.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil Bolu Kemojo tetap mendekati cita rasa tradisional Melayu Riau.
Pertama, gunakan santan dari kelapa tua untuk mendapatkan rasa gurih yang lebih kuat. Jika ingin mempertahankan karakter tradisional, santan segar dapat menjadi pilihan dibandingkan santan instan.
Kedua, gunakan api atau suhu oven yang tepat. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna.
Ketiga, aduk adonan secara perlahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....