Kue Asidah Khas Riau Manis Legit, Lembut Beraroma Rempah

  • 24 Agt 2026 16:34 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kue Asidah adalah salah satu kue tradisional legendaris yang sangat dicintai masyarakat Riau, terutama di Pekanbaru dan sekitarnya. Kue bertekstur lembut lengket, berwarna cokelat keemasan, dengan rasa manis yang pas berpadu aroma rempah yang khas sering disebut sebagai "puding tradisional" masyarakat Melayu Riau.

Dikutip dari wikipedia Indonesia, Kue Asidah Khas Riau Manis Legit, Lembut Beraroma Rempah!. Kue ini biasanya hadir dalam acara-acara istimewa: pernikahan, hari raya, kenduri, hingga penyambutan tamu kehormatan. Kini, asidah juga menjadi oleh-oleh khas Riau yang paling dicari wisatawan. Yuk, ketahui sejarah dan resep aslinya.

Kata "Asidah" diyakini berasal dari bahasa Arab "Asidah" yang berarti kue atau puding lengket. Kue ini masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam, lalu beradaptasi dengan selera lokal Melayu Riau. Seiring waktu, asidah menjadi identitas kuliner Melayu Riau dengan ciri khas penggunaan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga yang memberikan aroma sangat harum dan unik.

Salah satu makanan khas Riau yang berasal dari arab tapi kemudian diadaptasikan sesuai Masyarakat Riau sehingga rasanya sangat berbeda dengan aslinya. Tapi tetap masih bisa diterima di lidah orang – orang yang mencobanya.

Bahan – bahan :

  • 2 gelas tepung terigu

  • 1 butir telur

  • 3 gelas air

  • 1 gelas gula pasir

  • 2 biji cengkeh dan 1 cm kayu manis, tumbuk halus

  • 100 gram margarin, cairkan

  • ½ sdt garam

  • 1 lembar daun pandan, tumbuk

  • 100 gram bawang merah, iris tipis

  • 6 sdm minyak goreng untuk menggoreng bawang merah

Bahan Taburan (Opsional)

  • Kelapa parut kukus (sedikit garam)

  • Kacang tanah sangrai, cincang kasar

  • Wijen sangrai

Langkah – Langkah :

  1. Goreng bawang merah yang sudah diiris tipis dengan 6 sdm minyak sampai kuning, tiriskan

  2. Campur minyak sisa menggoreng bawang dengan margarin yang telah dicairkan, aduk rata. Digunakan untuk bahan olesan.

  3. Ayak tepung terigu lalu masukkan gula pasir, telur yang telah di kocok lepas, garam dan tumbukan cengkeh, kayu manis, dan daun pandan. Aduk hingga tercampur rata.

  4. Lalu saring adonan ke dalam wajan tambahkan 5 sdm campuran untuk bahan olesan tadi. Nyalakan api gunakan api sedang lalu aduk – aduk terus hingga mengental dan tidak lengket ditangan

  5. Bentuk sesuai selera, beri olesan margarin yang telah dicampur tadi lalu taburi bawang merah goreng

Tips Anti Gagal & Hasil Paling Enak

  • Aduk terus tanpa henti saat memasak adonan! Ini kunci utama asidah halus lembut, tidak bergerindil, dan tidak gosong di bawah.

  • Perbandingan tepung: Tepung beras mendominasi agar lembut, sedikit tepung tapioka agar tidak terlalu rapuh. Jangan terbalik nanti jadi alot seperti dodol!

  • Gula merah memberikan warna & rasa khas! Pakai gula merah aren/gula merah kelapa asli untuk hasil terbaik, bukan gula pasir saja.

  • Rempah jangan dilewati! Kayu manis, cengkeh, kapulaga itulah yang membedakan asidah dari kue sejenis lainnya. Aromanya sangat khas Melayu Riau.

  • Santan kental = rasa gurih lezat! Jangan pakai santan encer, nanti rasanya hambar dan tekstur kurang padat.

  • Dinginkan sempurna sebelum dipotong. Asidah masih lunak saat panas, baru akan padat dan kokoh setelah dingin.

Kue Asidah khas Riau siap dinikmati! Teksturnya lembut padat, sedikit kenyal, manis legit berpadu aroma rempah yang menggoda selera, benar-benar kue yang kaya rasa dan penuh kenangan. Cocok sekali disajikan saat hari raya, acara keluarga, atau sekadar teman minum teh sore hari. Asidah bisa tahan 3–4 hari dalam wadah tertutup, dan rasanya makin enak keesokan harinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....