Mengenal Bipolar dan Perubahan Suasana Hati yang Ekstrem
- 23 Agt 2026 14:54 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, aktivitas, dan kemampuan berkonsentrasi. Perubahan tersebut dapat terjadi dalam bentuk episode mania atau hipomania dan episode depresi.
Berbeda dengan perubahan mood yang biasa dialami seseorang, perubahan pada gangguan bipolar dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu serta mengganggu kehidupan sehari-hari. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), bipolar termasuk kondisi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang, tetapi gejalanya dapat dikelola dengan perawatan yang tepat.
Salah satu kondisi yang dapat dialami seseorang dengan bipolar adalah mania. Pada fase ini, seseorang dapat merasa sangat bahagia, bersemangat, mudah tersinggung, atau memiliki energi yang jauh lebih tinggi daripada biasanya.
Mereka juga dapat berbicara dengan cepat, memiliki banyak pikiran, tidur lebih sedikit, dan melakukan tindakan secara impulsif. NIMH menjelaskan bahwa episode mania pada bipolar tipe I dapat berlangsung setidaknya tujuh hari atau menjadi sangat berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Selain mania, terdapat kondisi yang disebut hipomania. Gejalanya mirip dengan mania, tetapi tingkat keparahannya lebih ringan dan biasanya tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Seseorang yang mengalami hipomania mungkin merasa lebih produktif, percaya diri, dan penuh energi. Namun, perubahan tersebut tetap perlu diperhatikan karena dapat menjadi bagian dari pola gangguan bipolar.
Di sisi lain, seseorang dengan bipolar juga dapat mengalami episode depresi. Kondisi ini dapat ditandai dengan perasaan sedih, kosong, putus asa, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai, kelelahan, serta kesulitan berkonsentrasi. Menurut WHO, episode depresi pada bipolar berbeda dari perubahan suasana hati biasa karena gejalanya dapat berlangsung hampir sepanjang hari dan terjadi hampir setiap hari selama setidaknya dua minggu.
Gangguan bipolar memiliki beberapa jenis. Bipolar tipe I ditandai dengan episode mania, sedangkan bipolar tipe II melibatkan episode hipomania dan depresi tanpa adanya riwayat episode mania. Ada pula cyclothymic disorder yang melibatkan gejala hipomania dan depresi yang tidak memenuhi kriteria untuk episode penuh. Diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan seseorang yang sering mengalami perubahan mood karena tenaga profesional perlu melihat pola, durasi, dan tingkat keparahan gejala.
Penyebab bipolar belum diketahui secara pasti. Penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor dapat berperan, termasuk faktor biologis, genetik, psikologis, dan lingkungan. WHO juga menjelaskan keadaan yang penuh tekanan atau perubahan besar dalam kehidupan dapat memperburuk atau memicu gejala pada sebagian orang. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa satu pengalaman tertentu secara otomatis menyebabkan seseorang mengalami bipolar.
Bipolar dapat memberikan dampak terhadap berbagai bagian kehidupan, seperti hubungan dengan keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, stigma terhadap gangguan mental masih dapat membuat seseorang merasa malu atau takut untuk mencari bantuan.
WHO menyebutkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan bipolar masih menjadi masalah di berbagai tempat. Karena itu, masyarakat perlu memahami kondisi ini dengan lebih baik dan menghindari anggapan bahwa bipolar hanyalah masalah perubahan mood biasa.
Gangguan bipolar dapat ditangani melalui perawatan yang sesuai. Penanganan umumnya dapat melibatkan obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya.
Selain itu, menjaga pola tidur yang teratur, melakukan aktivitas fisik, mengurangi stres, dan memantau perubahan suasana hati dapat membantu seseorang dalam mengelola kondisinya. NIMH menekankan bahwa perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Pada akhirnya, mengenal bipolar dengan benar merupakan langkah penting untuk mengurangi stigma dan kesalahpahaman. Orang dengan bipolar bukan sekadar seseorang yang memiliki mood yang mudah berubah.
Mereka dapat membutuhkan dukungan, pengertian, dan perawatan profesional seperti halnya orang dengan kondisi kesehatan lainnya. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan dari lingkungan, seseorang dengan bipolar tetap dapat menjalani kehidupan yang bermakna dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....