Cara Musik Memengaruhi Otak dan Perasaan Manusia

  • 24 Agt 2026 21:24 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Musik merupakan bagian yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Banyak orang mendengarkan musik ketika sedang bekerja, belajar, berolahraga, bepergian, atau sekadar bersantai.

Menariknya, musik bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga dapat berhubungan dengan berbagai proses di dalam otak dan memengaruhi kondisi emosional seseorang. Penelitian mengenai musik dan kesehatan menunjukkan bahwa aktivitas menikmati musik dapat memberikan manfaat terhadap kesejahteraan emosional, meskipun pengaruhnya dapat berbeda pada setiap orang.

Ketika seseorang mendengarkan musik yang disukai, sejumlah bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan sistem penghargaan dapat menjadi aktif. Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Nature Reviews Neuroscience menjelaskan rasa senang yang muncul ketika mendengarkan musik berhubungan dengan aktivitas jalur penghargaan dopamin di otak. Sistem tersebut berperan dalam memberikan sensasi menyenangkan dan membantu manusia memproses pengalaman yang dianggap menarik atau bernilai.

Musik juga memiliki hubungan erat dengan emosi. Lagu dengan tempo cepat, misalnya, dapat membuat sebagian orang merasa lebih bersemangat, sedangkan musik dengan tempo lebih lambat dapat membantu menciptakan suasana yang tenang.

Namun, respons seseorang terhadap sebuah lagu tidak selalu sama. Pengalaman pribadi, kenangan, budaya, serta selera musik dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan sebuah lagu. Penelitian mengenai dasar biologis musik dan kesehatan mental juga menunjukkan bahwa unsur seperti ritme, nada, penghargaan, dan aspek sosial ikut berperan dalam respons manusia terhadap musik.

Salah satu pengaruh musik yang banyak diteliti adalah hubungannya dengan kesejahteraan emosional. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan pada 2026 menganalisis 32 penelitian mengenai kebiasaan mendengarkan musik dan intervensi berbasis musik pada orang dewasa. Hasilnya menunjukkan adanya manfaat kecil hingga sedang terhadap kecemasan, gejala depresi, dan kesejahteraan emosional. Meski demikian, peneliti menekankan bahwa manfaat tersebut bukan berarti musik dapat menggantikan pengobatan atau terapi yang diperlukan.

Selain memengaruhi perasaan, musik juga dapat berkaitan dengan memori. Sebuah lagu tertentu terkadang mampu mengingatkan seseorang pada masa lalu, tempat tertentu, atau orang yang pernah hadir dalam kehidupannya. Hal tersebut terjadi karena musik dapat berhubungan dengan proses emosional dan autobiografis di dalam otak.

Namun, bukti mengenai manfaat musik terhadap kemampuan kognitif masih lebih beragam dibandingkan bukti mengenai manfaat emosional. Meta-analysis terbaru menemukan adanya manfaat kecil pada beberapa aspek seperti memori dan fungsi eksekutif, tetapi pengaruh terhadap perhatian masih belum konsisten.

Musik juga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu seseorang mengelola suasana hati dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sedang lelah atau mengalami hari yang kurang menyenangkan, seseorang mungkin memilih lagu favorit untuk membuat suasana terasa lebih nyaman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa keterlibatan dalam seni, termasuk menikmati musik, memiliki potensi untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan. WHO juga menyoroti bagaimana aktivitas seni dapat membantu seseorang menghadapi emosi yang sulit dan mendukung kesejahteraan secara menyeluruh.

Walaupun memiliki berbagai potensi manfaat, mendengarkan musik tidak selalu memberikan efek yang sama bagi semua orang. Musik yang menyenangkan bagi seseorang mungkin justru mengganggu orang lain ketika sedang belajar atau bekerja. Bahkan, beberapa lagu dapat memunculkan kenangan sedih atau meningkatkan emosi tertentu.

Karena itu, pemilihan musik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Untuk aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, misalnya, seseorang dapat memilih musik yang tidak terlalu mengganggu perhatian.

Pada akhirnya, hubungan antara musik, otak, dan perasaan manusia merupakan hal yang kompleks. Musik dapat mengaktifkan sistem penghargaan otak, memengaruhi emosi, membangkitkan kenangan, serta berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis.

Penelitian terbaru menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, terutama dalam aspek emosional, tetapi masih diperlukan penelitian berkualitas tinggi untuk memahami secara lebih tepat bagaimana musik bekerja pada setiap individu. Dengan demikian, mendengarkan musik dapat menjadi aktivitas sederhana yang menyenangkan sekaligus berpotensi memberikan manfaat bagi kesejahteraan, selama digunakan sebagai pelengkap dan bukan pengganti perawatan profesional ketika perawatan tersebut dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....