Alasan Tubuh Terasa Lebih Bahagia setelah Berkeringat
- 24 Agt 2026 21:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Banyak orang menganggap olahraga hanya berkaitan dengan tubuh yang lebih kuat, berat badan yang terjaga atau stamina yang meningkat. Namun, ada satu efek lain yang sering dirasakan setelah berolahraga: suasana hati menjadi lebih baik.
Setelah berjalan cepat, berlari, bersepeda, atau melakukan latihan sederhana, tubuh mungkin terasa lelah tetapi pikiran justru terasa lebih ringan. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memang berkaitan dengan peningkatan suasana hati dan kesejahteraan psikologis.
Salah satu alasan mengapa olahraga dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia adalah perubahan yang terjadi di dalam otak. Ketika tubuh melakukan aktivitas fisik, berbagai zat kimia dan sistem neurobiologis mengalami perubahan.
Salah satunya berkaitan dengan endorfin, yaitu kelompok opioid alami tubuh yang berperan dalam pengaturan rasa sakit, respons terhadap stres, dan perasaan menyenangkan. Sejumlah penelitian menemukan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan aktivitas sistem tersebut dan berkaitan dengan perubahan suasana hati.
Namun, rasa bahagia setelah olahraga ternyata tidak hanya disebabkan oleh endorfin. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa sistem endocannabinoid juga dapat berperan dalam meningkatkan suasana hati setelah aktivitas aerobik.
Zat-zat dalam sistem ini berhubungan dengan respons stres dan sistem penghargaan di otak. Karena itu, perasaan lebih tenang atau lebih positif setelah berolahraga merupakan hasil dari berbagai proses biologis yang saling berinteraksi, bukan hanya satu “hormon bahagia”.
Olahraga juga dapat membantu tubuh mengelola stres. Ketika seseorang mengalami tekanan, tubuh mengaktifkan berbagai sistem yang berkaitan dengan respons stres. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mengatur respons tersebut sehingga tubuh menjadi lebih mampu menghadapi tekanan.
Penelitian mengenai kebugaran fisik menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu meredam respons terhadap stres dan berhubungan dengan peningkatan suasana hati serta rasa sejahtera. Manfaat tersebut juga dapat dirasakan melalui aktivitas yang sederhana.
| Baca juga: Manfaat Makan Satu Buah Apel Harian |
Seseorang tidak harus menjadi atlet atau melakukan latihan berat untuk mendapatkan manfaat dari bergerak. Jalan kaki, bersepeda, menari, berenang, atau melakukan latihan ringan secara rutin dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. National Institute on Aging menyebutkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres dan perasaan depresi, meningkatkan suasana hati, meningkatkan energi, serta memperbaiki kualitas tidur.
Menariknya, olahraga juga dapat memberikan manfaat pada fungsi otak. Aktivitas fisik berkaitan dengan peningkatan aliran darah dan berbagai perubahan biologis yang mendukung kesehatan otak.
Beberapa penelitian juga membahas peran BDNF (brain-derived neurotrophic factor), yaitu faktor yang berhubungan dengan perkembangan, kelangsungan hidup, dan koneksi sel saraf. Perubahan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa aktivitas fisik tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga pada fungsi kognitif dan kesehatan mental.
Selain faktor biologis, ada pula faktor psikologis yang membuat olahraga terasa menyenangkan. Menyelesaikan latihan yang sebelumnya terasa sulit dapat memberikan rasa pencapaian.
Seseorang mungkin merasa bangga karena berhasil berlari lebih jauh, menyelesaikan latihan, atau sekadar berhasil meluangkan waktu untuk bergerak. Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan diri dan, jika dilakukan bersama orang lain, memberikan kesempatan untuk mendapatkan dukungan sosial.
Meski begitu, olahraga bukan berarti harus dilakukan sampai tubuh kelelahan atau menghasilkan keringat sebanyak mungkin. Berkeringat bukan ukuran tunggal keberhasilan olahraga.
Jumlah keringat dapat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, intensitas aktivitas, pakaian, dan kondisi tubuh. Yang lebih penting adalah memilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan melakukannya secara konsisten. Aktivitas fisik secara bertahap juga lebih masuk akal daripada memaksakan latihan berat secara tiba-tiba.
Rasa bahagia setelah berolahraga muncul dari kombinasi berbagai hal: perubahan kimiawi di otak, pengelolaan stres, manfaat bagi kesehatan otak, kualitas tidur yang lebih baik, hingga rasa pencapaian setelah berhasil bergerak. Jadi, ketika tubuh terasa lelah tetapi pikiran justru terasa lebih segar setelah olahraga, ada alasan ilmiah di balik pengalaman tersebut. Olahraga bukan hanya cara untuk menjaga kebugaran, tetapi juga salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesejahteraan mental dan emosional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....