Tips Menjaga Kesehatan saat Bencana Kabut Asap

  • 20 Agt 2026 13:24 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bukan hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan. Paparan asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, memperburuk gangguan pernapasan, hingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kelompok seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru juga lebih rentan terhadap dampak kabut asap. Karena itu, masyarakat perlu melakukan berbagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap.

Dikutip dari laman kemkes.go.id, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saat bencana kabut asap:

1. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Saat kualitas udara memburuk, sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah atau gedung. Hindari olahraga dan aktivitas fisik berat di luar ruangan karena dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke saluran pernapasan.

Masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan ketika kondisi udara tidak sehat. Pintu dan jendela dapat ditutup untuk mengurangi masuknya partikel asap ke dalam rumah.

2. Gunakan Masker Saat Harus Keluar

Jika terdapat keperluan yang mengharuskan keluar rumah, gunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel asap. Masker perlu digunakan dengan benar dan menutupi hidung serta mulut.

Masker atau respirator dirancang untuk mengurangi paparan partikulat dalam asap. Respirator seperti N95 dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel jika digunakan dengan teknik yang tepat, meski penggunaannya memiliki keterbatasan dan tidak melindungi dari seluruh komponen gas dalam asap.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Saat terpapar kabut asap, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih lebih banyak dan lebih sering. Kecukupan minum sebagai salah satu langkah untuk membantu masyarakat menjaga kondisi tubuh ketika menghadapi kabut asap.

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Menjaga asupan makanan juga penting. Konsumsilah makanan bergizi seimbang, termasuk sayur dan buah-buahan, untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Sebaiknya buah dan sayuran dicuci sebelum dikonsumsi, sementara makanan dan minuman perlu diolah dengan baik serta terlindung dari paparan polusi.

5. Konsumsi Vitamin Sesuai Kebutuhan

Selain makanan bergizi, sebagian masyarakat mungkin mengonsumsi vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, vitamin sebaiknya bukan pengganti makanan bergizi dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Yang paling utama saat menghadapi kabut asap adalah mengurangi paparan, menjaga pola hidup sehat, cukup istirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.

6. Jangan Merokok dan Jangan Membakar Sampah

Merokok sebaiknya dihindari, terutama ketika kualitas udara sedang buruk. Asap rokok dapat semakin menambah paparan polutan yang masuk ke saluran pernapasan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang menghasilkan asap. Selain memperburuk kualitas udara, pembakaran terbuka dapat menambah sumber polusi di lingkungan.

Selain melakukan pencegahan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh. Jika muncul keluhan seperti sesak napas, gangguan pernapasan, iritasi mata yang berat, atau keluhan kesehatan lain yang mengganggu, segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kabut asap memang tidak selalu dapat dihindari, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan. Namun, dengan mengurangi paparan, menggunakan masker saat diperlukan, menjaga asupan cairan dan makanan, serta menerapkan pola hidup sehat, risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....