Wamenkes: Pemerintah Terapkan Strategi Luar Biasa untuk Percepat Eliminasi TBC
- 04 Agt 2026 19:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah tengah menerapkan strategi luar biasa (extraordinary) untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.
Hal itu disampaikan Benjamin saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau dalam rangka sosialisasi percepatan penanggulangan TBC bersama Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Selasa 4 Agustus 2026.
"Kami datang ke Provinsi Riau untuk menyosialisasikan program pemerintah dalam penanggulangan tuberkulosis. Bersama Pak Gubernur dan Wakil Menteri Dalam Negeri, kami menjelaskan strategi extraordinary penanggulangan TBC di Indonesia," kata Benjamin.
Menurutnya, selama ini upaya pengobatan terhadap pasien TBC sudah berjalan dengan baik. Namun, karena TBC merupakan penyakit menular, strategi penanganan harus diperluas hingga menjangkau orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
"Selama ini kita sudah bekerja dengan baik mengobati pasien TBC. Namun TBC adalah penyakit menular seperti COVID-19. Karena itu, orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien juga harus diperiksa. Jika tidak sakit diberikan terapi pencegahan, sedangkan yang sakit segera diobati. Kalau strategi ini dilakukan secara konsisten setiap tahun, saya optimistis dalam tiga tahun ke depan jumlah kasus TBC di Indonesia akan menurun," ujarnya.
Benjamin mengatakan Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, bahkan menjadi yang tertinggi jika dihitung berdasarkan jumlah kasus per 100 ribu penduduk.
"Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan kasus TBC nomor dua di dunia. Bahkan jika dihitung per 100 ribu penduduk, kita berada di peringkat pertama. Karena itu Presiden memberikan perhatian khusus dan meminta kami mempercepat penanganannya," katanya.
Ia menjelaskan, sosialisasi di Riau merupakan rangkaian kunjungan ke-21 provinsi dalam upaya memperkuat pelaksanaan program percepatan eliminasi TBC.
"Ini merupakan kunjungan kami ke provinsi ke-21. Tujuannya untuk menyamakan strategi kerja di daerah. Sebenarnya daerah sudah bekerja dengan baik, tetapi ada beberapa hal yang masih perlu diperkuat agar target eliminasi TBC dapat tercapai," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan juga menyerahkan bantuan 21 unit X-ray portabel kepada Provinsi Riau untuk memperkuat deteksi dini TBC hingga ke daerah terpencil.
"Provinsi Riau mendapatkan bantuan 21 unit X-ray portabel. Alat ini hanya berbobot sekitar tiga kilogram sehingga mudah dibawa ke desa-desa untuk melakukan pemeriksaan langsung kepada masyarakat," ujar Benjamin.
Selain X-ray portabel, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan perangkat pemeriksaan molekuler berukuran ringkas yang dapat ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
"Kami juga memiliki alat pemeriksaan molekuler yang ukurannya kecil sehingga bisa ditempatkan di puskesmas. Dengan demikian, pemeriksaan TBC tidak harus dilakukan di rumah sakit. Pelayanan bisa lebih dekat dengan masyarakat melalui puskesmas, posyandu, maupun kegiatan di desa," katanya.
Benjamin menegaskan pendekatan yang dilakukan pemerintah saat ini adalah aktif mendatangi masyarakat, bukan hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
"Kita menerapkan strategi jemput bola. Jangan menunggu masyarakat datang ke puskesmas, karena ada yang harus menempuh perjalanan satu hingga dua jam. Tim kesehatan yang akan datang langsung ke desa-desa untuk melakukan skrining dan pemeriksaan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui ketersediaan tenaga radiografer masih menjadi tantangan dalam mendukung operasional alat X-ray.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....