Pemko Pekanbaru Perkuat Edukasi Pelajar Cegah Penyebaran HIV
- 13 Jul 2026 09:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan HIV melalui edukasi kesehatan, terutama menyasar kalangan remaja dan pelajar. Meski angka kasus yang ditangani saat ini masih menunjukkan tren yang relatif terkendali, Pemko tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kasus yang belum terdeteksi.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, jumlah kasus HIV yang masuk dalam penanganan pemerintah daerah tahun ini mengalami penambahan, namun peningkatannya masih dalam kategori rendah.
"Kasus yang kita tangani sejauh ini masih relatif melandai. Memang ada penambahan, tetapi jumlahnya tidak terlalu besar," ujar Markarius, Minggu 12 Juli 2026.
| Baca juga: Kulit Bebas Minyak Tetap Sehat |
Menurutnya, perhatian utama pemerintah bukan hanya pada pasien yang telah terdata, tetapi juga masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat kasus tidak terdeteksi lebih awal sehingga berisiko menghambat proses penanganan.
"Kekhawatiran kita adalah masyarakat yang belum datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Jika tidak diketahui sejak awal, tentu penanganannya menjadi lebih sulit," jelasnya.
Pemko Pekanbaru mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan maupun berkonsultasi terkait kondisi yang dialami. Selain itu, setiap laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran atau aktivitas yang berisiko juga akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Markarius menegaskan, pencegahan melalui edukasi menjadi strategi penting dalam menekan penyebaran HIV. Oleh sebab itu, Pemko Pekanbaru akan menjalankan program sosialisasi secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga medis, psikolog, serta organisasi pelajar.
Kegiatan edukasi tersebut akan dilakukan melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi, tetapi juga mencakup kesehatan mental, pembentukan karakter, serta pentingnya membangun pergaulan yang positif.
"Kami akan melakukan roadshow ke sekolah bersama dokter spesialis kulit dan kelamin serta psikolog. Harapannya para pelajar mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai kesehatan, kehidupan sosial, dan cara menjaga pergaulan yang sehat," tutur Markarius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....