Kasus HIV di Riau Terus Bertambah, Ribuan Pasien Jalani Pengobatan ARV
- 14 Jul 2026 17:17 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau menunjukkan jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) terus bertambah setiap tahun. Hingga Triwulan I tahun 2026, jumlah kumulatif kasus HIV yang tercatat sejak 1997 telah mencapai 11.523 kasus.
Pengelola Program HIV Diskes Provinsi Riau, Egawati, mengatakan dari total kasus yang terdata, sebanyak 7.137 ODHIV masih hidup dan mendapatkan pemantauan kesehatan. Namun, ribuan kasus lainnya telah berkembang menjadi stadium AIDS sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.
"Dari 11.523 ODHIV yang tercatat di Riau, sebanyak 7.137 orang masih hidup. Sementara itu, 4.524 orang di antaranya sudah masuk pada stadium AIDS," ujar Egawati Selasa 14 Juli 2026.
Peningkatan kasus HIV terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021 ditemukan 570 kasus baru, kemudian meningkat menjadi 835 kasus pada 2022. Jumlah tersebut kembali melonjak menjadi 1.001 kasus pada 2023, lalu 1.006 kasus pada 2024 dan mencapai 1.051 kasus pada 2025. Memasuki Triwulan I tahun 2026, sudah ditemukan 187 kasus baru.
Menurut Egawati, penularan HIV umumnya terjadi melalui tiga jalur utama, yakni kontak dengan darah yang terinfeksi virus HIV, penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan atau persalinan, serta hubungan seksual yang tidak aman. Karena itu, upaya pencegahan dan edukasi terus diperkuat agar masyarakat memahami risiko serta cara menghindari penularan.
Untuk menekan angka kasus baru, Diskes Riau menjalankan strategi nasional penanggulangan HIV melalui pendekatan STOP, yaitu Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan kadar virus tetap tersupresi. Melalui program penyuluhan, berbagai kelompok masyarakat telah diberikan edukasi, mulai dari mahasiswa, kader PKK hingga tenaga keagamaan.
| Baca juga: Makan Sehat Membuat Awet Muda |
"Penanggulangan HIV tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi dan deteksi dini. Karena itu kami terus memperluas jangkauan sosialisasi dan pemeriksaan kepada masyarakat," katanya.
Selain penyuluhan, Diskes Riau juga aktif melakukan tes HIV untuk menemukan kasus lebih awal. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 195.298 orang telah menjalani pemeriksaan. Saat ini terdapat 4.222 ODHIV di Riau yang sedang menjalani terapi antiretroviral (ARV). Diskes memastikan ketersediaan obat ARV yang disalurkan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam kondisi aman sehingga pengobatan pasien dapat berjalan berkelanjutan.
Egawati menegaskan keberhasilan pengendalian HIV memerlukan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya sektor kesehatan. Dukungan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, hingga pemerintah daerah dinilai menjadi kunci penting dalam menekan laju penularan HIV di Provinsi Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....