Diskes Riau Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini Cegah Penularan HIV
- 23 Jul 2026 15:14 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau terus mengintensifkan berbagai upaya pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyusul masih ditemukannya kasus baru di daerah tersebut. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 195.298 orang telah menjalani tes HIV dan 1.170 orang di antaranya dinyatakan positif.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) masih menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 462 kasus atau sekitar 39,48 persen dari total temuan positif HIV. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat.
"Kami terus melakukan berbagai upaya pencegahan, di antaranya melalui sosialisasi ke Kementerian Agama Provinsi Riau dengan membekali para penghulu, penyuluh agama dari berbagai agama, serta pengawas madrasah agar dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai bahaya HIV dan pentingnya memperkuat iman serta takwa di tengah arus globalisasi saat ini," kata Zulkifli, Kamis 23 Juli 2026.
Selain menggandeng Kementerian Agama, Diskes Riau juga bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Pekanbaru untuk menggelar sosialisasi pencegahan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak pada Januari 2026 itu berhasil mengedukasi 5.609 orang dan memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai sosialisasi pencegahan HIV dan IMS serentak dengan peserta terbanyak.
Tak hanya itu, Diskes Riau bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru, seperti Universitas Riau, Universitas Islam Riau, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Politeknik Caltex Riau, Universitas Lancang Kuning, Universitas Abdurrab, dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru untuk memperkuat upaya pencegahan penularan HIV di lingkungan kampus.
"Kami juga melakukan audiensi dengan sejumlah perguruan tinggi agar bersama-sama mendukung upaya pencegahan penularan HIV di lingkungan kampus. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan kepada pengurus PKK agar peran keluarga semakin kuat dalam mencegah perilaku berisiko," ujarnya.
Zulkifli menambahkan, pemerintah juga terus memperluas akses layanan pengobatan bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Saat ini layanan pengobatan dan pendampingan telah tersedia di seluruh 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara lebih mudah dan berkelanjutan. Menurutnya, kombinasi edukasi, deteksi dini, dan kemudahan akses pengobatan menjadi strategi utama untuk menekan laju penularan HIV di Provinsi Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....