Kasus Langka Menouria Berhasil Ditangani RSUD Arifin Achmad

  • 24 Apr 2026 08:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad (AA) Provinsi Riau kembali berhasil menangani kasus medis langka pada seorang perempuan berusia 27 tahun yang mengalami kondisi unik, yakni darah haid keluar melalui saluran urin hingga menyebabkan urine berwarna kemerahan.

Kasus langka ini ditangani oleh tim multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis dari bidang urologi dan uroginekologi, yaitu dr. Muhammad Adan Yashar dan Dr. dr. Edy Fakhrizal.

Dokter spesialis uroginekologi, Dr. dr. Edy Fakhrizal, Sp.OG., Subsp. Urogin RE, menjelaskan pasien sejak lahir tidak pernah mengalami menstruasi melalui vagina. Namun setiap bulan, pasien mengalami kencing bercampur darah selama beberapa hari yang menyerupai siklus menstruasi.

"Dalam dunia kedokteran, kondisi ini dikenal sebagai menouria, yaitu adanya hubungan abnormal antara rahim dan kandung kemih, disertai kelainan bawaan berupa tidak terbentuknya vagina secara sempurna sejak dalam kandungan," ujar dr. Edy, Jumat 24 April 2026.

Ia menambahkan, kasus seperti ini sangat jarang terjadi di dunia medis. Berdasarkan laporan ilmiah, baru sekitar 37 kasus serupa yang pernah dilaporkan secara global.

"Kasus ini sangat langka. Jika dipublikasikan, penanganan pasien ini berpotensi menjadi tambahan penting dalam literatur medis dunia," katanya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan fisik, USG, hingga MRI, tim dokter menemukan bahwa pasien tidak memiliki vagina maupun salurannya. Kondisi tersebut membuat tim medis memutuskan untuk melakukan operasi rekonstruksi secara kolaboratif.

Dalam tindakan operasi ini, RSUD Arifin Achmad juga melibatkan dr. Parsaoran Nababan yang memiliki pengalaman menangani kasus serupa.

Pada proses operasi, tim urologi bertugas memisahkan rahim dari kandung kemih serta memperbaiki saluran kemih agar fungsi berkemih pasien kembali normal. Sementara tim uroginekologi melakukan rekonstruksi rahim, membentuk vagina baru, dan membuat jalur menstruasi agar dapat berlangsung normal.

"Tahap pertama operasi difokuskan pada rekonstruksi vagina dan jalur menstruasi. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan pasien kini sudah dapat mengalami menstruasi secara normal," jelas dr. Edy.

Tak hanya kelainan bawaan, pasien juga memiliki riwayat trauma pada saluran kemih akibat kecelakaan sebelumnya yang menyebabkan gangguan tambahan pada uretra dan kandung kemih, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.

Meski demikian, tim dokter optimistis kondisi pasien dapat terus membaik. Bahkan setelah seluruh tahapan operasi selesai, pasien diharapkan dapat menjalani kehidupan rumah tangga normal dan memiliki peluang untuk hamil.

"Ke depan, pasien diharapkan bisa menjalani kehidupan berumah tangga secara normal, termasuk kemungkinan untuk hamil setelah proses pemulihan selesai," ungkapnya.

Operasi lanjutan akan dilakukan untuk menyempurnakan perbaikan saluran kemih agar fungsi berkemih pasien kembali optimal.

Tim dokter juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan menstruasi yang tidak normal dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan.

"Gangguan menstruasi yang tidak biasa sebaiknya segera diperiksakan agar bisa ditangani sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius," tutur dr. Edy.

Keberhasilan penanganan kasus ini menunjukkan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau memiliki tenaga medis kompeten dan fasilitas memadai untuk menangani berbagai kasus kompleks, termasuk gangguan organ reproduksi wanita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....