Stroke dan Trombolisis: Mengapa Waktu Sangat Penting

  • 18 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Stroke menjadi salah satu kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera. Serangan yang terjadi secara tiba-tiba ini dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, bahkan kecacatan permanen apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Ketika seseorang mengalami stroke, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan. Semakin lama pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar risiko kerusakan pada jaringan otak. Karena itu, masyarakat perlu memahami tanda-tanda stroke dan mengetahui bahwa terdapat terapi medis yang dapat membantu mengurangi dampak serangan, salah satunya melalui terapi trombolisis.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke memiliki periode emas atau golden period penanganan yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Pada kondisi tertentu, terapi trombolisis dapat diberikan pada pasien stroke akibat sumbatan pembuluh darah dengan batas waktu sekitar 4,5 jam sejak gejala awal muncul.

Stroke sendiri secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah yang menghambat aliran darah menuju otak, sedangkan stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak.

Pada kasus stroke iskemik akut, salah satu metode penanganan yang dapat diberikan adalah terapi trombolisis. Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat melalui pembuluh darah untuk membantu menghancurkan bekuan darah yang menyumbat aliran darah ke otak.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan stroke adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami tanda awal serangan. Padahal, gejala stroke sering muncul secara mendadak, seperti wajah terlihat tidak simetris, salah satu sisi tubuh mengalami kelemahan, bicara menjadi pelo atau sulit dipahami, hingga gangguan keseimbangan.

Masyarakat dapat mengenali gejala stroke melalui metode FAST, yaitu:

  • Face (Wajah): apakah wajah tampak menurun atau tidak simetris?
  • Arm (Lengan): apakah salah satu lengan mengalami kelemahan?
  • Speech (Bicara): apakah bicara menjadi tidak jelas atau sulit berbicara?
  • Time (Waktu): segera mencari pertolongan medis apabila tanda tersebut muncul.

Kesadaran terhadap gejala awal menjadi bagian penting karena banyak pasien datang ke rumah sakit ketika sudah melewati waktu terbaik untuk mendapatkan terapi. Padahal, semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, peluang untuk mengurangi risiko kecacatan juga semakin besar.

Selain trombolisis, perkembangan teknologi medis juga menghadirkan pilihan terapi lain untuk kasus tertentu, seperti tindakan pengambilan sumbatan menggunakan metode mechanical thrombectomy. Namun, setiap tindakan tetap harus disesuaikan dengan kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter.

Penanganan stroke bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran keluarga dan masyarakat. Ketika seseorang mengalami gejala stroke, langkah terbaik bukan menunggu kondisi membaik dengan sendirinya, melainkan segera mencari bantuan medis.

Stroke memang dapat datang tanpa peringatan, tetapi dampaknya dapat diminimalkan dengan tindakan yang cepat dan tepat. Terapi trombolisis menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan ilmu kedokteran mampu memberikan peluang lebih besar bagi pasien untuk mempertahankan fungsi tubuh dan kualitas hidup setelah mengalami stroke.

Pada akhirnya, pesan penting dalam menghadapi stroke adalah sederhana: jangan menunda pertolongan, karena setiap menit sangat berharga.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....