Jamur pada Kucing: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
- 28 Mei 2026 22:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Jamur pada kucing merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering dialami, terutama pada kucing yang hidup di lingkungan lembap atau kurang terawat. Infeksi jamur tidak hanya mengganggu kesehatan kucing, tetapi juga bisa menular ke hewan lain bahkan manusia.
Oleh karena itu, pemilik kucing perlu memahami penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasinya sejak dini. Salah satu jenis jamur yang paling umum menyerang kucing adalah ringworm atau dermatophytosis. Meski namanya mengandung kata “worm”, penyakit ini sebenarnya bukan disebabkan oleh cacing, melainkan infeksi jamur pada kulit, bulu, dan kuku. Jamur ini biasanya menyerang anak kucing atau kucing dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Gejala jamur pada kucing umumnya ditandai dengan kerontokan bulu berbentuk lingkaran, kulit kemerahan, bersisik, serta rasa gatal berlebihan. Pada beberapa kasus, area yang terinfeksi terlihat botak dan kering. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan membuat kondisi kucing semakin tidak nyaman.
Menurut PetMD, “Ringworm is a contagious fungal infection affecting the skin, hair, and nails of cats.” Kutipan tersebut menjelaskan bahwa ringworm adalah infeksi jamur menular yang menyerang kulit, rambut, dan kuku kucing. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi maupun benda-benda seperti kandang, selimut, dan sisir.
Selain lingkungan yang kotor, kelembapan tinggi juga menjadi faktor utama pertumbuhan jamur. Kucing yang jarang dimandikan atau sering bermain di tempat basah lebih rentan terkena infeksi. Stres dan kurangnya nutrisi juga dapat menurunkan sistem imun kucing sehingga jamur lebih mudah berkembang.
Penanganan jamur pada kucing biasanya dilakukan dengan pemberian salep antijamur, sampo khusus, atau obat oral sesuai anjuran dokter hewan. Pemilik juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan rutin mencuci perlengkapan kucing agar spora jamur tidak terus menyebar. Pada kasus tertentu, proses penyembuhan bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Dikutip dari ASPCA, menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah berbagai penyakit kulit pada hewan peliharaan. Karena itu, penting bagi pemilik untuk memperhatikan kondisi bulu dan kulit kucing secara berkala agar infeksi dapat ditangani lebih cepat.
Jamur pada kucing memang bukan penyakit mematikan, tetapi jika dibiarkan dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan hewan peliharaan. Dengan perawatan yang tepat, pola hidup bersih, dan perhatian dari pemilik, kucing dapat kembali sehat dan aktif seperti biasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....