Diskes Riau Pastikan Nihil Kasus Virus Nipah
- 09 Feb 2026 10:42 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau memastikan hingga kini belum ditemukan kasus penularan Virus Nipah di wilayah Riau. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring adanya laporan kasus yang masih terjadi di luar negeri.
Kepala Diskes Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa potensi penyebaran penyakit menular lintas negara tetap perlu diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan.
“Sampai saat ini di Riau belum ada kasus. Namun kita tetap waspada karena penularannya masih terjadi di luar Indonesia,” ujar Zulkifli, Minggu 8 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi awal bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Polda Riau, guna memperkuat pemahaman tentang potensi ancaman virus Nipah. Meski begitu, Diskes Riau masih menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat terkait langkah penanganan yang lebih rinci.
“Kami masih menunggu juknis dari pusat. Sambil menunggu, tentu kami siapkan langkah-langkah antisipasi dan pendalaman terkait pola penularan serta penanganannya,” ungkapnya.
Zulkifli juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama di masa peralihan musim dari hujan menuju kemarau yang rawan memicu berbagai penyakit.
| Baca juga: Kasus DBD di Riau Capai 1.682 Penderita |
“Masyarakat kami minta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga daya tahan tubuh,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah (Nipah Virus Disease/NiV). Dalam edaran tersebut, seluruh daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit zoonotik emerging tersebut.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang berasal dari virus Nipah, bagian dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.).
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, hewan perantara seperti babi, maupun konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira. Selain itu, virus ini juga dapat menular antar manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien.
Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari. Gejala yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan dan peradangan otak (ensefalitis). Pada kondisi berat, infeksi ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
Diskes Riau menegaskan akan terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah pusat serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapsiagaan daerah tetap optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....