Dinkes Riau Tingkatkan Kewaspadaan DBD, Ribuan Kasus Sudah Tercatat
- 25 Mei 2026 16:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Kesehatan Riau mengeluarkan surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan kabupaten dan kota guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai menunjukkan tren peningkatan di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pengendalian dini agar kasus DBD tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa maupun wabah di tengah masyarakat.
“DBD masih menjadi ancaman serius karena memiliki angka kematian yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan krisis kesehatan apabila tidak ditangani dengan cepat,” ujar Zulkifli, Senin 25 Mei 2026.
| Baca juga: Kasus HIV di Riau Tembus 11 Ribu |
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 4.618 kasus DBD terkonfirmasi di Riau dengan 35 kasus kematian. Sementara berdasarkan data tahun 2026 hingga minggu ke-17, jumlah suspek dengue mencapai 2.321 kasus.
Sedangkan data program DBD hingga April 2026 mencatat sebanyak 1.682 kasus yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau, dengan 12 kasus kematian.
Menurut Zulkifli, pihaknya meminta seluruh dinas kesehatan di daerah meningkatkan langkah antisipasi melalui edukasi masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.
“Kami mendorong pelaksanaan PSN 3M Plus secara rutin di wilayah endemis, baik dilakukan secara individu maupun bersama masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta memperkuat deteksi dini terhadap pasien yang mengalami gejala demam tinggi selama dua hari atau lebih. Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) dengue diminta tersedia terutama di wilayah rawan kasus.
Petugas kesehatan juga diingatkan untuk mewaspadai tanda bahaya DBD yang umumnya muncul pada hari ketiga hingga ketujuh demam, terutama saat suhu tubuh mulai menurun.
Dari data kasus Januari hingga April 2026, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi yakni 282 kasus dengan empat kematian. Disusul Kota Pekanbaru sebanyak 251 kasus dan Kabupaten Bengkalis 230 kasus dengan satu kematian.
Kemudian Kota Dumai tercatat 208 kasus dengan satu korban meninggal dunia. Kabupaten Kampar melaporkan 165 kasus dengan tiga kematian, sedangkan Kuantan Singingi mencatat 130 kasus.
Sementara daerah lainnya yakni Rokan Hulu 98 kasus, Indragiri Hilir 81 kasus, Indragiri Hulu 80 kasus, Pelalawan 72 kasus, Siak 50 kasus dan Kepulauan Meranti 35 kasus.
Dinas Kesehatan Riau mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi disertai nyeri sendi, ruam kulit, maupun penurunan kondisi tubuh agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....