Kasus DBD di Riau Capai 1.682 Penderita
- 24 Mei 2026 13:49 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau terus menunjukkan peningkatan selama awal tahun 2026. Dinas Kesehatan Riau mencatat sebanyak 1.682 warga terinfeksi DBD sepanjang Januari hingga April, dengan 12 kasus di antaranya berujung meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, lingkungan yang kurang bersih masih menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
“Kasus DBD yang terjadi saat ini tidak boleh dianggap biasa. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, mulai dari lingkungan rumah hingga fasilitas umum,” ujar Zulkifli, Sabtu 23 Mei 2026.
Berdasarkan data Diskes Riau, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi yakni mencapai 282 kasus, dengan empat pasien meninggal dunia. Kota Pekanbaru berada di posisi berikutnya dengan 251 kasus.
Selain itu, Kabupaten Bengkalis mencatat 230 kasus dengan satu korban meninggal dunia, sementara Kota Dumai terdapat 208 kasus dan satu kematian. Kabupaten Kampar juga menjadi daerah dengan angka kematian cukup tinggi, yakni tiga orang dari total 165 kasus.
Kasus DBD juga ditemukan di sejumlah daerah lain seperti Kuantan Singingi sebanyak 130 kasus, Rokan Hulu 98 kasus dengan satu kematian, Indragiri Hulu 80 kasus dengan satu korban meninggal dunia, serta Indragiri Hilir 81 kasus dengan satu pasien meninggal dunia. Sementara Pelalawan mencatat 72 kasus, Siak 50 kasus, dan Kepulauan Meranti 35 kasus.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Riau telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh kabupaten dan kota. Masyarakat diminta rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama di lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Zulkifli menambahkan, genangan air di dalam rumah maupun sekitar pekarangan harus menjadi perhatian utama. Tempat penampungan air, bak mandi, wadah dispenser, pot bunga, hingga barang bekas yang dapat menampung air hujan diminta rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....