Dari Dapur ke Meja Makan, Begini Cara Salmonella Menyebar

  • 10 Sep 2026 22:04 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Makanan yang tersaji di meja makan tentu diharapkan tidak hanya lezat, tetapi juga aman untuk dikonsumsi. Namun, proses pengolahan makanan yang kurang tepat dapat membuka peluang masuknya bakteri penyebab penyakit, salah satunya Salmonella.

Menurut World Health Organization (WHO), Salmonella merupakan salah satu penyebab utama penyakit diare di dunia. Sebagian besar kasus salmonellosis memang tergolong ringan, tetapi infeksi ini tetap dapat menjadi serius dan bahkan mengancam jiwa pada kondisi tertentu.

Salmonella dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Prosesnya terkadang terjadi tanpa disadari, mulai dari bahan makanan yang belum diolah hingga makanan yang akhirnya siap disantap. Kontaminasi juga dapat terjadi ketika bahan makanan mentah dan makanan matang tidak dipisahkan dengan baik selama proses persiapan.

Misalnya, daging atau unggas mentah dipotong menggunakan talenan yang sama dengan makanan yang langsung dikonsumsi tanpa melalui proses pemasakan. Pisau, talenan, tangan, maupun permukaan dapur yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menjadi perantara perpindahan mikroorganisme dari bahan mentah ke makanan siap santap.

Karena itu, kebersihan tangan menjadi salah satu langkah sederhana yang penting. Tangan sebaiknya dicuci sebelum menyiapkan makanan dan selama proses memasak, terutama setelah menangani bahan makanan mentah. Peralatan dan permukaan yang digunakan untuk mengolah makanan juga perlu dibersihkan dengan baik. WHO memasukkan menjaga kebersihan sebagai langkah pertama dalam Five Keys to Safer Food.

Langkah berikutnya adalah memisahkan makanan mentah dan matang, WHO menganjurkan agar daging, unggas, dan makanan laut mentah dipisahkan dari makanan lainnya. Penggunaan peralatan berbeda, seperti pisau dan talenan khusus untuk bahan mentah, juga dapat membantu mencegah terjadinya kontaminasi silang. Makanan mentah dan makanan yang sudah siap disantap sebaiknya disimpan dalam wadah terpisah.

Selain kebersihan dan pemisahan bahan makanan, proses memasak juga menjadi bagian penting dalam mencegah infeksi Salmonella. WHO merekomendasikan makanan, terutama daging, unggas, telur, dan makanan laut, dimasak hingga matang. Makanan yang sudah dimasak dan akan dikonsumsi kembali juga perlu dipanaskan secara menyeluruh.

Setelah makanan matang, cara penyimpanannya pun tidak boleh diabaikan. Makanan yang telah dimasak sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. WHO menyarankan makanan matang tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam dan makanan yang mudah rusak segera disimpan dalam lemari pendingin, dengan suhu yang dianjurkan di bawah 5 derajat Celsius.

Penggunaan air dan bahan makanan yang aman juga menjadi bagian dari pencegahan. WHO menyarankan menggunakan air yang aman, memilih bahan makanan yang segar dan layak, mencuci buah serta sayuran terutama yang akan dimakan mentah, serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa makanan.

Infeksi Salmonella dapat menimbulkan gejala seperti diare dan gangguan saluran pencernaan. WHO menyebut penyakit akibat Salmonella umumnya ringan, tetapi tingkat keparahannya dapat berbeda tergantung kondisi orang yang terinfeksi dan jenis Salmonella yang menyebabkan penyakit.

Pada akhirnya, mencegah Salmonella tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kebiasaan sederhana di dapur dapat memberikan perlindungan penting, mulai dari mencuci tangan, menjaga kebersihan peralatan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak makanan hingga benar-benar matang, menyimpan makanan pada suhu yang aman, hingga menggunakan air dan bahan baku yang layak.

WHO merangkum langkah tersebut dalam Five Keys to Safer Food, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak hingga matang, menjaga makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, perjalanan makanan dari dapur hingga ke meja makan tidak hanya menghasilkan hidangan yang lezat, tetapi juga membantu menjaga makanan tetap aman bagi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....