Batasi Layar, Sehatkan Hidup

  • 09 Sep 2026 19:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pagi baru dimulai, tetapi tangan sudah mencari ponsel, sebelum sarapan, layar menyala, setelah makan, televisi kembali menemani. Tanpa disadari, waktu duduk di depan layar bisa menjadi sangat panjang.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa terlalu banyak kegiatan sedentari, seperti menonton TV, bermain gim, atau duduk lama di depan komputer dan perangkat elektronik, dapat membuat tubuh kurang bergerak. Kebiasaan seperti ini perlu diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

Bukan berarti HP dan TV harus ditinggalkan sepenuhnya, teknologi tetap memiliki manfaat untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, dan mendapatkan hiburan. Yang perlu diperhatikan adalah lamanya waktu penggunaan serta kegiatan yang dilakukan setelah layar dimatikan.

Pada anak, paparan layar berlebihan juga dapat berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik serta masalah konsentrasi dan pengelolaan emosi. Kementerian Kesehatan RI mendorong orang tua untuk mengajak anak melakukan kegiatan lain yang lebih aktif.

Ada langkah sederhana untuk mulai mengurangi waktu layar misalnya tidak membawa HP ke meja makan, mematikan televisi ketika tidak ditonton, serta menyediakan waktu khusus untuk bermain di luar rumah. Untuk anak usia lebih dari 24 bulan, Buku KIA 2024 dari Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penggunaan gawai tidak lebih dari satu jam sehari, memilih konten berkualitas, dan mendampingi anak ketika menggunakan gawai. Buku tersebut juga menyarankan agar gawai tidak digunakan saat makan dan satu jam sebelum tidur.

Mata pun perlu mendapat kesempatan untuk beristirahat, Kementerian Kesehatan RI memberikan beberapa anjuran untuk membantu menjaga kesehatan mata anak ketika menggunakan layar, seperti menjaga jarak mata dengan layar sekitar 30–50 sentimeter, memastikan pencahayaan cukup, serta menerapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sekitar 20 meter selama 20 detik. Setelah itu, akan lebih baik jika waktu yang biasanya digunakan untuk menatap layar diganti dengan berjalan, bermain, membaca buku, atau berbicara bersama keluarga.

Membatasi layar bukan berarti memusuhi teknologi, justru kita sedang belajar menggunakan teknologi dengan lebih bijaksana. HP dan TV seharusnya menjadi alat yang membantu kehidupan, bukan sesuatu yang mengambil seluruh waktu kita.

Ketika layar dimatikan, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan: menghirup udara pagi, bergerak, bermain, berbincang, dan menikmati waktu bersama keluarga. Mungkin awalnya terasa sulit, tetapi satu pertanyaan sederhana bisa menjadi awal perubahan: berapa lama hari ini kita benar-benar hidup tanpa melihat layar?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....