Kimpul Viral, Ini Kandungan dan Manfaatnya
- 13 Agt 2026 10:32 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kimpul belakangan kembali menjadi perhatian dan ramai diperbincangkan sebagai salah satu pangan lokal yang menarik untuk dikenali. Umbi yang memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium ini sebenarnya sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan di berbagai wilayah tropis.
Kimpul menghasilkan umbi berpati yang dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti direbus, dikukus, dipanggang, ditumbuk, hingga diolah menjadi tepung. Tanaman ini juga kerap disebut sebagai cocoyam atau tannia dan memiliki kemiripan dengan talas, meskipun keduanya merupakan tanaman yang berbeda.
Dari sisi kandungan gizi, kimpul memiliki potensi sebagai salah satu sumber pangan berenergi. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) dalam Compendium of Forgotten Foods, setiap 100 gram umbi kimpul mengandung sekitar 136 kilokalori energi, 28,9 gram karbohidrat, 3,3 gram protein, dan 2 gram serat pangan.
| Baca juga: Gula Enau Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan |
Selain itu, kimpul juga mengandung mineral seperti kalsium, zat besi, dan zinc dalam jumlah tertentu. Kandungan tersebut membuat kimpul dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat dalam menu sehari-hari.
Kandungan karbohidrat pada kimpul membuatnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi tubuh. Kehadiran kimpul sebagai salah satu sumber pangan lokal juga dapat mendukung diversifikasi pangan, yaitu upaya memperkenalkan berbagai sumber pangan selain makanan pokok yang selama ini lebih banyak dikonsumsi. Dengan mengonsumsi beragam sumber karbohidrat, masyarakat dapat memiliki pilihan pangan yang lebih bervariasi.
Selain karbohidrat, kandungan serat pada kimpul juga menjadi salah satu hal yang menarik. Serat merupakan bagian penting dari pola makan sehat dan dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
| Baca juga: Kenal Lebih Dekat Tinted Sunscreen |
Namun, manfaat tersebut tidak berarti kimpul dapat menggantikan seluruh kebutuhan gizi tubuh. Konsumsinya tetap perlu disertai dengan sumber protein, sayuran, buah-buahan, serta makanan bergizi lainnya.
Kimpul juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan olahan. FAO mencatat bahwa umbi kimpul dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung yang kemudian dimanfaatkan dalam berbagai produk pangan. Hal ini menunjukkan bahwa kimpul tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai umbi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah.
Meski memiliki kandungan gizi, kimpul tidak boleh dikonsumsi sembarangan dalam kondisi mentah. Umbi dari kelompok cocoyam mengandung senyawa seperti kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal atau sensasi tidak nyaman pada mulut dan tenggorokan.
Karena itu, kimpul perlu diolah dengan cara yang tepat sebelum dikonsumsi. Pengolahan seperti perebusan, pengukusan, atau pemasakan lainnya dapat membantu membuatnya lebih aman untuk dikonsumsi. Informasi mengenai Xanthosoma sagittifolium juga mencatat pentingnya pengolahan sebelum umbi dikonsumsi.
Kimpul memang menarik untuk kembali dikenalkan sebagai pangan lokal, tetapi berbagai klaim mengenai manfaatnya perlu disikapi dengan bijak. Kandungan karbohidrat, protein, serat, dan mineral menunjukkan bahwa kimpul dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam.
Namun, kandungan gizi suatu makanan tidak berarti makanan tersebut dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Klaim kesehatan seperti dapat mengobati diabetes, hipertensi, atau penyakit lainnya tetap membutuhkan bukti klinis yang memadai.
Pada akhirnya, kimpul bukan sekadar pangan tradisional yang kembali viral. Umbi ini memiliki kandungan gizi dan potensi untuk mendukung diversifikasi pangan. Dengan pengolahan yang tepat dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, kimpul dapat menjadi salah satu pilihan pangan lokal yang layak untuk kembali diperkenalkan kepada masyarakat.
Kimpul boleh viral, tetapi yang lebih penting adalah mengenal kandungan gizinya dan mengonsumsinya dengan cara yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....