Benarkah Orang Kidal Lebih Kreatif : Fakta Menarik di Baliknya
- 24 Agt 2026 17:15 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Orang yang menggunakan tangan kiri atau biasa disebut kidal sering dianggap memiliki keunikan tersendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka harus beradaptasi dengan berbagai benda yang sebagian besar dirancang untuk pengguna tangan kanan, mulai dari meja sekolah, gunting, alat tulis, hingga beberapa peralatan rumah tangga.
Tidak sedikit pula yang percaya bahwa orang kidal memiliki kemampuan berpikir yang lebih kreatif dibandingkan orang yang menggunakan tangan kanan. Namun, apakah anggapan tersebut benar secara ilmiah?
Kidal merupakan preferensi seseorang untuk menggunakan tangan kiri ketika melakukan berbagai aktivitas. Sebuah meta-analisis besar yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin memperkirakan sekitar 10,6 persen populasi dunia merupakan orang kidal.
| Baca juga: Skill yang Perlu Dimiliki di Era Digital |
Angka tersebut dapat berbeda tergantung pada cara penelitian menentukan seseorang sebagai kidal. Faktor seperti jenis kelamin, latar belakang populasi, dan budaya juga dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Keunikan tangan kiri tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan menggunakan tangan. Penelitian terhadap puluhan ribu orang menemukan adanya perbedaan kecil rata-rata pada beberapa bagian otak antara kelompok kidal dan pengguna tangan kanan.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan area yang berhubungan dengan kontrol tangan, bahasa, penglihatan, dan memori kerja. Penelitian yang sama juga menemukan adanya hubungan antara faktor genetik dan beberapa perbedaan asimetri otak.
| Baca juga: Mengetahui Letak Pusar Kucing |
Lalu, dari mana muncul anggapan bahwa orang kidal lebih kreatif? Salah satu alasannya adalah adanya beberapa tokoh terkenal di bidang seni dan musik yang diketahui kidal. Nama seperti Leonardo da Vinci dan Jimi Hendrix sering digunakan sebagai contoh untuk mendukung anggapan tersebut. Selain itu, penelitian terdahulu mengenai hubungan antara penggunaan tangan dan kreativitas juga menghasilkan temuan yang beragam sehingga mitos tersebut terus berkembang di masyarakat.
Namun, penelitian terbaru memberikan gambaran yang lebih hati-hati. Sebuah tinjauan dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 meneliti hubungan antara kidal dan kreativitas.
Hasilnya tidak menemukan bukti bahwa orang kidal secara umum lebih kreatif daripada orang yang menggunakan tangan kanan. Bahkan, pada salah satu tes standar untuk mengukur divergent thinking, kelompok pengguna tangan kanan memperoleh skor yang secara statistik lebih tinggi.
Penelitian lain terhadap masyarakat Asmat di Papua juga memberikan hasil yang menarik. Penelitian tersebut melibatkan 231 peserta, termasuk para seniman profesional. Para seniman memang menunjukkan kreativitas dan keterampilan tangan yang lebih tinggi, tetapi penelitian tersebut tidak menemukan bukti bahwa kemampuan menggunakan tangan kiri berkaitan dengan kreativitas atau kemungkinan menjadi seorang seniman. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara kidal dan kreativitas tidak sesederhana anggapan yang selama ini beredar.
Meski demikian, bukan berarti orang kidal tidak memiliki kelebihan. Setiap orang memiliki karakteristik, pengalaman, cara belajar, dan kemampuan yang berbeda. Beberapa penelitian bahkan menemukan hubungan tertentu antara penggunaan tangan dan kemampuan dalam kondisi atau tugas tertentu.
Sebuah penelitian di Indonesia terhadap 493 siswa sekolah dasar dan menengah di Bogor, misalnya, menemukan bahwa sekitar 7,3 persen peserta merupakan orang kidal dan terdapat variasi skor kreativitas berdasarkan jenis kelamin dalam kelompok tersebut. Namun, hasil seperti ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa semua orang kidal lebih kreatif.
Menariknya, menjadi kidal juga berarti harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang mayoritas dirancang untuk pengguna tangan kanan. Seorang anak kidal mungkin perlu mencari cara yang paling nyaman ketika menulis, menggunakan gunting, bermain olahraga, atau menggunakan peralatan tertentu. Pengalaman beradaptasi tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan pribadi mereka, tetapi bukan berarti secara otomatis membuat seseorang lebih cerdas atau kreatif.
Pada akhirnya, anggapan bahwa orang kidal pasti lebih kreatif merupakan mitos yang belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Kreativitas tidak ditentukan hanya oleh tangan mana yang lebih sering digunakan.
Kreativitas dapat berkembang melalui pengalaman, pendidikan, lingkungan, rasa ingin tahu, latihan, dan keberanian untuk mencoba berbagai cara dalam menyelesaikan masalah. Jadi, keunikan orang kidal bukan karena mereka pasti lebih kreatif, melainkan karena mereka merupakan bagian dari keragaman alami manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....