Densus 88 Riau Perkuat Sinergi Cegah IRET Anak

  • 05 Feb 2026 20:01 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Satgas Wilayah (Satgaswil) Riau Densus 88 Anti Teror Polri terus memperkuat sinergitas dengan para pemangku kepentingan di Provinsi Riau dalam upaya pencegahan dan penanganan Anak dan Remaja yang Terpapar paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Kegiatan sinergitas tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula Rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, dan dihadiri oleh perwakilan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Riau, Kombes Pol. Sunadi, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, serta para pejabat teknis dari masing-masing instansi terkait.

"Penguatan sinergitas lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanganan anak serta remaja yang terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Provinsi Riau,” ujar Kasatgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol. Sunadi. 

Dalam kegiatan tersebut, Satgaswil Riau memaparkan fenomena dan dinamika terkini terkait Anak dan Remaja (AMPK) di wilayah Provinsi Riau yang terpapar paham IRET, termasuk AMPK yang telah beralih status menjadi dewasa sehingga membutuhkan atensi bersama dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

"Kami melihat adanya dinamika baru, termasuk anak dan remaja yang telah beralih status menjadi dewasa, sehingga diperlukan perhatian dan penanganan bersama secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait,” kata Sunadi.

Satgaswil Riau juga mendorong Kesbangpol dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk menggagas program terstruktur dan berkelanjutan dalam penanganan serta pencegahan paparan paham IRET di lingkungan sekolah. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi bersama Densus 88 melalui kegiatan sosialisasi pencegahan paham IRET secara bertahap di sekolah-sekolah, serta sosialisasi berskala besar yang melibatkan seluruh peserta didik di Provinsi Riau.

“Dinas Pendidikan siap berkolaborasi dengan Densus 88 melalui sosialisasi pencegahan paham IRET secara bertahap di sekolah-sekolah, termasuk sosialisasi berskala besar yang melibatkan seluruh peserta didik di Provinsi Riau,” tutur Erisman. 

Selain itu, Dinas DP3AP2KB Provinsi Riau bersama Dinas Sosial menyatakan kesediaannya untuk mendukung penanganan AMPK, termasuk remaja yang telah beralih status dari AMPK, melalui program pembinaan dan rehabilitasi sosial di bawah kewenangan Dinas Sosial Provinsi Riau.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa Pemerintah Provinsi Riau, melalui Kesbangpol dan Dinas Pendidikan, diharapkan dapat menjadi leading sector dalam pelaksanaan kolaborasi pencegahan penyebaran ideologi dan paham IRET di wilayah Provinsi Riau.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendekatan pencegahan dini dan rehabilitasi terpadu terhadap anak dan remaja, demi menjaga ketahanan ideologi serta keamanan di Provinsi Riau.(rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....