RATAKAN: Satgaswil Riau Edukasi 400 Siswa MAN 2 Pekanbaru Cegah Paham IRET

  • 14 Jul 2026 17:24 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) memberikan edukasi pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada sekitar 400 siswa MAN 2 Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), Selasa 14 Juli 2026.

Sosialisasi yang mengusung tema "Sekolah Damai Tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)" menghadirkan personel Unit Cegah Satgaswil Riau sebagai narasumber, yakni IPTU Umar Dhani, A.Md., Brigpol Nella Anggraini, S.H., M.H., dan Briptu Maymoni Syahputra, S.H. Kegiatan juga dihadiri sekitar 10 orang majelis guru yang mendampingi para siswa.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pola penyebaran paham IRET kini semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital. Generasi muda menjadi salah satu sasaran melalui media sosial, permainan daring, aplikasi perpesanan, hingga berbagai konten di internet.

"Perkembangan teknologi telah mengubah pola penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Karena itu, generasi muda harus mampu bersikap kritis, bijak menggunakan media sosial, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya," ujar perwakilan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri.

Para siswa diimbau untuk selalu bersikap kritis dalam menerima informasi, tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi, menghindari konten yang mengandung ujaran kebencian maupun ajakan kekerasan, serta menggunakan media sosial secara bijak.

"Kami mengajak para pelajar menjadi agen perdamaian dengan menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyebaran paham yang mengarah pada IRET di lingkungan sekolah maupun ruang digital," kata perwakilan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri.

Selain itu, peserta juga diajak menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah dengan menjaga toleransi, menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan budaya, serta berani melaporkan kepada guru maupun orang tua apabila menemukan indikasi penyebaran paham yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dengan aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan berbagai pandangan mengenai upaya mencegah penyebaran paham IRET, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.

Melalui kegiatan tersebut, Satgaswil Riau menegaskan pentingnya sinergi antara aparat, sekolah, guru, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, serta bebas dari pengaruh paham IRET. Program RATAKAN juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat karakter kebangsaan, meningkatkan kewaspadaan dini, dan menumbuhkan sikap toleran serta cinta tanah air di kalangan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....