Program RATAKAN Bekali Pelajar SMK Yamatu Tualang Tangkal IRET

  • 09 Jul 2026 16:27 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Tualang – Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Yamatu Tualang, Kabupaten Siak, Kamis 9 Juli 2026.

Sebanyak 200 siswa baru mengikuti sosialisasi bertema "Sekolah Damai Tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)" yang disampaikan personel Unit Cegah Satgaswil Riau. Materi yang diberikan menitikberatkan pada peningkatan literasi digital, kewaspadaan terhadap modus penyebaran paham radikal melalui media sosial, gim daring, dan berbagai platform digital yang akrab dengan kehidupan remaja.

Selain itu, para pelajar juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, bijak menggunakan media sosial, serta berani menolak setiap ajakan yang mengarah pada penyebaran paham IRET.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pandangan mengenai tantangan penggunaan media digital. Antusiasme peserta menjadi indikator meningkatnya kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi.

Personel Unit Cegah Satgaswil Riau mengatakan Program RATAKAN merupakan langkah preventif yang terus diperkuat melalui sinergi dengan dunia pendidikan untuk membangun ketahanan generasi muda dari pengaruh paham IRET.

"Pelajar merupakan aset bangsa yang harus dibekali pemahaman kebangsaan dan literasi digital yang baik. Melalui Program RATAKAN, kami ingin menanamkan keberanian kepada para siswa untuk menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sekaligus mengajak mereka menjadi agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi di lingkungan sekolah maupun media sosial," ujar personel Unit Cegah Satgaswil Riau.

Melalui kegiatan ini, Satgaswil Riau berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya penyebaran paham IRET, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan deteksi dini terhadap berbagai bentuk propaganda di ruang digital. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang nasionalis, toleran, kritis, serta mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....