Festival Sepak Bola Rakyat Dorong Kualitas Pelatih dan Pemain di Sulteng

  • 24 Apr 2026 18:26 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Festival Sepak Bola Rakyat mulai dilaksanakan di Kota Palu pada 24 hingga 26 Apil 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan berbagai agenda, mulai dari coaching clinic serta turnamen sepak bola kelompok usia.

Rangkaian Festival Sepak Bola Rakyat itu diawali dengan kegiatan seminar kepelatihan yang diikuti oleh 35 pelatih lokal di Aula BPMP Sulawesi tengah pada Jumat, 24 April 2026. Selain memberikan arahan kepada para pelatih, kegiatan tersbut kemudian dilanjutkan dengan memberikan pelatihan langsung kepada puluhan anak kelompok umur di bawah 15 tahun (U-15) di lapangan Sepak Bola Tipo.

Pelatih Ricky Rizkandi menegaskan kegiatan ini merupakan upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para pelatih dan pemain. Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan level para pelatih dan pemain di Kota Palu.

"Jadi hari ini kita coba memberikan bukan memberikan ya, sharing knowledge oke, apa yang mungkin kita dapatkan, kita sharing ke teman-teman secara program secara isinya supaya kita bisa menaikkan level anak-anak kita ke tingkat yang lebih jauh," ucap Coach Ricky.

Dalam sesi latihan tersebut, Ricky juga memperkenalkan metode latihan yang mengadopsi suasana pertandingan untuk meningkatkan intensitas bermain. Metode ini bertujuan agar para pemain terbiasa mengambil keputusan cepat di bawah tekanan, sebagaimana situasi yang terjadi di lapangan hijau sebenarnya.

“Latihan harus dibuat layaknya situasi pertandingan agar anak-anak terbiasa dengan tekanan level tinggi. Kalau latihan hanya dilakukan dengan intensitas rendah, kita akan sulit membawa pemain kita mencapai level profesional,” ucapnya.

Ia juga menilai saat ini informasi teknis terkait metode kepelatihan di Indonesia belum merata. Hal tersebut menurutnya menjadi salah satu tantangan utama dalam meningkatkan kualitas pesepak bola Nasional, termasuk di Kota Palu.

"Saya bisa katakan di sini penekanannya yaitu informasinya belum sampai menyeluruh ke seluruh Indonesia informasi-informasi tentang sepak bola secara detail, secara keilmuan, progresif dan lain-lain," ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penanaman dasar atau basic sepak bola sejak dini sebagai pondasi utama sebelum memasuki tahap taktikal yang lebih rumit.

“Penanaman basic dalam sepak bola itu sangat krusial karena tanpa dasar yang kuat, skema taktikal apa pun tidak akan bisa berjalan. Jika dasar sudah dimiliki, pemain akan lebih mudah beradaptasi dengan pelatih atau situasi pertandingan apa pun saat dewasa nanti,” ucapnya.

Mengenai potensi di Sulawesi Tengah, ia mengakui bahwa talenta individu pesepak bola di Kota Palu sangat kompetitif dan tidak kalah dari pemain di Pulau Jawa. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya jam terbang dan pengalaman bertanding akibat kurangnya kompetisi yang teratur.

“Secara bakat di Palu ini sangat ada, namun yang membedakan adalah jam terbang karena minimnya antusiasme kompetisi. Keputusan bermain dan kematangan emosional seorang pemain hanya bisa dibentuk melalui atmosfer kompetisi yang rutin,” ucapnya.

Sebagai solusi, Ricky mengajak para pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB) di kota Palu untuk proaktif menciptakan kompetisi skala kecil secara mandiri. Ia menyarankan agar antar-SSB secara rutin menggelar uji coba bersama tanpa harus menunggu turnamen besar dari pihak luar.

“Kita tidak bisa hanya menunggu kompetisi besar datang, sebetulnya sangat mudah bagi SSB di sini untuk berinisiatif membuat mini kompetisi setiap minggunya. Langkah kecil ini sangat penting untuk menjaga perkembangan dan mental bertanding anak-anak kita ke depan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....