Lagu Anak Dinilai Minim Regenerasi di tengah Dominasi Konten Digital
- 07 Okt 2026 13:31 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Industri musik Tanah Air dinilai masih krisis regenerasi penciptaan lagu anak di tengah gempuran konten digital yang kian dominan. Kondisi tersebut memicu keprihatinan karena ruang tumbuh kembang anak tidak diimbangi dengan perbendaharaan musik yang mengedukasi.
Ketua DPC Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kabupaten Sigi, Yudhi Nugraha, menyebut regenerasi pencipta lagu anak tidak lagi berjalan secara berkelanjutan dalam dua hingga tiga dekade terakhir. Menurutnya, industri digital saat ini lebih berpihak pada algoritma pasar lagu dewasa yang mendatangkan keuntungan komersial lebih tinggi.
"Kalau saya lihat sih memang kita memang saat ini dalam 2 dekade terakhir ya, 3 dekade, itu memang agak lemah di penciptaan-penciptaan lagu anak. Regenerasinya kurang berkelanjutan sekarang," kata Yudhi saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin 5 Oktober 2026.
Selain itu, secara nilai ekonomi lagu anak disebut belum memberikan keuntungan materil yang besar bagi pencipta karya. Hal ini mendorong pencipta lagu cenderung memfokuskan kreativitas mereka untuk memproduksi lagu dewasa.
Untuk itu, Yudhi memandang kesadaran para pencipta lagu terhadap pentingnya lagu anak perlu ditingkatkan kembeli. Terlebih, anak-anak kini semakin banyak mengonsumsi konten-konten digital, sehingga ketersediaan konten musik yang ramah anak semakin diperlukan.
"Apalagi anak-anak lebih banyak sudah mulai banyak mengonsumsi konten-konten digital. Jadi harusnya dibarengi dengan musik-musik yang mengedukasi," tuturnya.
Ia menegaskan, langkah menghidupkan kembali ekosistem lagu anak memerlukan sinergi dan komitmen dari seluruh pihak. Lembaga pendidikan dan orang tua juga berperan penting dalam mengenalkan lagu-lagu anak dalam keseharian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....