Lagu Anak Makin Tergerus Konten Digital, Orang Tua Diminta Berperan
- 06 Okt 2026 12:11 WIB
- Palu
Poin Utama
- Pergeseran kebiasaan anak di tengah perkembangan teknologi dan konten digital dinilai mengikis eksistensi lagu anak-anak tradisional.
- Anak-anak saat ini lebih tertarik pada berbagai konten baru yang ditawarkan teknologi informasi dibandingkan kegiatan bermain dan pembelajaran tradisional.
- Orang tua diminta berperan aktif untuk menjaga dan mempertahankan warisan budaya anak agar tidak ditinggalkan di era digital.
RRI.CO.ID, Palu - Pergeseran kebiasaan anak di tengah perkembangan teknologi dan konten digital dinilai turut mengikis eksistensi lagu anak-anak. Dengan semakin dekatnya anak pada berbagai konten di media sosial, orang tua diminta berperan agar hal yang lekat dengan dunia anak tidak ditinggalkan.
Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, I Nyoman Slamet, mengatakan perubahan tersebut terlihat dari bergesernya pola bermain maupun kebiasaan anak dalam mengingat sesuatu. Menurutnya, anak saat ini lebih tertarik pada berbagai hal baru yang ditawarkan teknologi informasi.
“Untuk menghindari itu, peran orang tua, peran guru, dan masyarakat haru menghidupkan pemahaman tentang lagu anak-anak,” kata Nyoman saat dihubungi RRI, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menilai, lagu anak memiliki nilai edukasi karena dapat mengenalkan anak pada cara menghormati orang tua, bermain, dan bergaul.
“Lagu anak-anak itu lebih kepada pemberian edukasi tentang bagaimana cara menghormati dan sebagainya,” ujarnya.
Karena itu, Nyoman meminta orang tua lebih aktif memberikan edukasi dan mengarahkan konsumsi konten anak. Menurutnya, anak tidak seharusnya hanya mengikuti berbagai lagu atau tontonan yang tersedia di media sosial, terutama konten dewasa yang belum sesuai dengan usianya.
“Kita sebagai orang tua harus memberikan edukasi dan selalu mengingatkan pada anak- agar selalu mencintai lagu anak-anak,” tutur Nyoman.
Ia menyebut, sekolah juga memiliki peran dalam mengawasi penggunaan perangkat digital. Menurutnya, perlu ada penekanan dan pembatasan terhadap penggunaan handphone maupun media sosial yang tidak sesuai dengan usia anak.
Nyoman menegaskan, perkembangan teknologi tetap memiliki sisi positif. Namun, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan upaya mempertahankan kebiasaan dan nilai edukatif yang sesuai bagi perkembangan anak. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....