Gubernur Sulteng Perkuat Koordinasi usai Insiden Warga dan TKA di Matarape
- 06 Okt 2026 12:10 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memastikan koordinasi terus diperkuat dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah pasca insiden yang melibatkan warga dan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali, beberapa waktu lalu. Kondisi saat ini dipastikan sudah kondusif serta seluruh aktivitas operasional maupun alat berat perusahaan di wilayah tersebut telah dihentikan sementara.
Anwar memaparkan, lokasi operasional perusahaan tersebut sebenarnya berada di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang berbatasan dengan Kabupaten Morowali. Meski demikian, perusahaan menggunakan jalan hauling dan pelabuhan wilayah Morowali.
"Jadi bukan di wilayah kita. Tapi mereka hanya menggunakan jalan hauling pelabuhan itu di daerah kita," kata Anwar Hafid usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Moh. Yamin, Senin 5 Oktober 2026.
Aktivitas armada tambang di jalur tersebut menyebabkan polusi debu yang berdampak pada daerah pemukiman, sehingga warga setempat mengajukan kompensasi kepada PT. Askon. Namun, proses negoisasi menemui jalan buntu yang akhirnya mendorong masyarakat menutup jalan dan berujung pada insiden bentrok.
"Mungkin penyampaian bahasa juga tidak terlalu fasih dan sebagainya, akhirnya tidak ada kesepakatan. Karena tidak ada kesepakatan, maka masyarakat menutup jalan. Nah, setelah itu terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan sehingga berujung pada kejadian itu," jelasnya.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah mengintensifkan koordinasi bersama Polres Morowali dan Polres Konawe Utara guna mengambil langkah-langkah startegis pemulihan keamanan. Selain itu, koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Morowali juga terus diperkuat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Anwar menegaskan dalam situasi seperti ini, kehadiran pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan manajemen perusahaan. Langkah ini dinilai krusial agar titik temu serta solusi yang adil dapat segera dicapai.
"Di Morowali Utara juga sering begitu. Jadi saya sampaikan sama Pak Bupati tengahi cepat, kalau ada tuntutan masyarakat dan perusahaan yang tidak bisa ketemu pemerintah harus cepat masuk untuk mencari solusi sampai ketemu," tuturnya.
Dalam insiden tersebut, puluhan TKA yang berasal dari empat perusahaan di wilayah perbatasan Konawe Utara - Morowali telah diamankan oleh Polda Sulteng. Anwar Hafid juga menuturkan masyarakat yang mengalami luka-luka berasal dari Konawe Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....