Barantin Sulteng Cegah Rabies melalui Vaksinasi Hewan Peliharaan

  • 02 Okt 2026 15:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Balai Karantina (Barantin) Provinsi Sulawesi Tengah memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan masyarakat di Kota Palu.

Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 tersebut berlangsung di Kantor Barantin Sulteng, Jalan Garuda, Kota Palu, Jumat, 2 Oktober 2026.

"Vaksinasi tersebut merupakan salah satu upaya kami untuk mencegah penyebaran rabies sekaligus mendukung program nasional Indonesia bebas rabies pada 2030," kata Kepala Barantin Sulteng Ahmad Mansuri Alfian.

Dia mengatakan rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia, sehingga vaksinasi hewan peliharaan penting dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

“Kami tentu ingin mencegah karena kita ketahui bahwa rabies itu adalah salah satu penyakit zoonosis. Zoonosis ini berarti bisa menular kepada manusia,” ujarnya.

“Harapannya dengan adanya kegiatan vaksin rabies ini, kita menjaga hewan itu tidak terjangkit rabies dan dampaknya kepada manusia,” ucap Ahmad melanjutkan.

Dalam kegiatan tersebut, Barantin Sulteng menyiapkan sebanyak 100 dosis vaksin rabies. Sebelum divaksin, hewan peliharaan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas, termasuk pemeriksaan berat badan dan suhu tubuh.

Vaksinasi tersebut merupakan tahap lanjutan setelah kegiatan serupa dilaksanakan di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, pada 27 September 2026. Pada tahap pertama itu, sekitar 20 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan peliharaan masyarakat.

“Pada saat di kota itu, kami memang sudah melakukan tahap pertama untuk vaksin rabies di Lapangan Vatulemo. Itu sekitar keluar 20 dosis,” kata Ahmad.

Menurut dia, pelaksanaan tahap berikutnya di Kantor Barantin Sulteng dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hewan peliharaan yang dapat lebih mudah mengalami stres ketika berada di lokasi terbuka dengan cuaca panas dan kondisi ramai.

“Sisanya yang kita lakukan di kantor ini karena waktu tahap pertama itu dengan kondisi cuaca yang panas dan ramai. Biasanya kan hewan-hewan kesayangan itu cepat stres,” ujarnya.

Selain vaksinasi, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada pemilik hewan agar memperhatikan riwayat kesehatan dan vaksinasi hewan peliharaan melalui buku kesehatan hewan.

Ahmad mengingatkan pemilik hewan untuk memperhatikan jarak pemberian vaksin berikutnya karena vaksinasi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang terlalu berdekatan.

“Kalau hewan kesayangan itu biasanya punya buku kesehatannya juga. Di situ tertera semua, kapan dia divaksin, kapan ini, seperti itu,” ujar Ahmad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....