KKN Tematik Pertanahan Didorong Percepat Pendataan 1.700 Bidang Tanah di Palu

  • 01 Okt 2026 14:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membantu pendataan dan penyelesaian administrasi pertanahan melalui Kuliah Kerja Nyata atau KKN Tematik Pertanahan Tahun 2026. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengatakan masih terdapat sekitar 1.700 bidang tanah yang sebelumnya belum bersertifikat dari sekitar 2.100 bidang.

Hal tersebut disampaikan Imelda saat menghadiri pembekalan mahasiswa KKN Tematik Pertanahan di Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LPPM Universitas Tadulako, Selasa, 29 September 2026. Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan dengan LPPM Universitas Tadulako.

Imelda mengatakan pengurangan jumlah bidang tanah yang belum bersertifikat menunjukkan adanya perkembangan dalam penataan administrasi pertanahan di Kota Palu. Namun, upaya penyelesaian persoalan pertanahan masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa.

“Kita berharap melalui KKN ini, mahasiswa juga dapat membantu dalam proses pendataan dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan pertanahan yang ada di masyarakat,” ujar Imelda.

Menurut Imelda, keterlibatan mahasiswa dalam KKN tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Mahasiswa diharapkan mampu melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi.

“Materi bisa kalian dapatkan di kampus, di ruang kelas. Tetapi ketika turun ke lapangan, praktiknya tentu berbeda. Pengalaman itulah yang akan kalian rasakan nanti saat berada di tengah masyarakat,” ucapnya.

KKN Tematik Pertanahan tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung penataan dan pelayanan pertanahan di Kota Palu. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman lapangan sekaligus diharapkan dapat membantu pemerintah dalam proses pendataan persoalan pertanahan di masyarakat.

Imelda meminta mahasiswa menjalankan KKN dengan sungguh-sungguh dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa mengidentifikasi persoalan yang ditemukan di lapangan agar dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.

Pembekalan mahasiswa tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kota Palu Susetyo Nugroho dan Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu Achmad Arwien Afries. Selain itu, hadir para dosen pembimbing dan pendamping KKN, mahasiswa peserta KKN, serta sejumlah unsur terkait.

Imelda menilai kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu, Kantor Pertanahan, dan Universitas Tadulako penting untuk memperkuat penyelesaian persoalan pertanahan. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadikan kesempatan ini untuk belajar, berinteraksi dengan masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata. Karena pengalaman di lapangan akan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran kalian,” ujarnya.

Melalui KKN Tematik Pertanahan Tahun 2026, Pemerintah Kota Palu berharap keterlibatan mahasiswa dapat mendukung pendataan dan penyelesaian administrasi pertanahan. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat pelayanan pertanahan agar semakin tertib dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....