BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Untad dalam Pengembangan Jamsos Ketenagakerjaan
- 12 Jun 2026 16:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - BPJS Ketenagakerjaan, Kamis, 11 Juni 2026, kembali memperkuat kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Tadulako dalam rangka penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Universitas Tadulako, Amar, di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara program jaminan sosial ketenagakerjaan dan dunia pendidikan tinggi, sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Grand Launching Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diselenggarakan pada Agustus 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dalam program nasional tersebut, Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung implementasi Kurjamsos sebagai upaya membangun kesadaran dan pemahaman mengenai jaminan sosial sejak di bangku pendidikan tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Harjono.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penguatan perlindungan bagi pekerja di lingkungan kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam riset, kajian, studi bersama, serta pengembangan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap lahir berbagai inovasi dan gagasan yang dapat mendukung penguatan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
Lebih lanjut, Harjono mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang sejak April 2017 telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus. Hingga saat ini tercatat sebanyak 353 tenaga kontrak telah terlindungi melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
"Ke depan, kami berharap perlindungan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi," tambah Harjono.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai langkah strategis untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi dunia akademik dalam mendukung pembangunan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
"Hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dan implementasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Amar menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Selain memperkuat pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, kemitraan ini juga dapat mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas Tadulako membuka ruang kolaborasi yang luas bersama BPJS Ketenagakerjaan, termasuk melalui pengembangan riset, penyusunan kajian akademik, program pengabdian masyarakat, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dapat menjadi sarana edukasi dan peningkatan literasi jaminan sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, Nursalam Halim, menyampaikan bahwa kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako merupakan langkah konkret dalam memperkuat perlindungan sosial ketenagakerjaan di lingkungan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan literasi jaminan sosial di Sulawesi Tengah. Menurut Nursalam, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, sinergi dengan Universitas Tadulako diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kami sangat mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang selama ini telah memberikan perlindungan kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus. Melalui nota kesepahaman ini, kami optimistis kolaborasi yang terjalin akan semakin luas dan memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat secara umum," ujar Nursalam.
Ia menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu siap mendukung berbagai program tindak lanjut yang akan dilaksanakan bersama Universitas Tadulako, termasuk kegiatan edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kepesertaan di berbagai segmen pekerja. Dirinya berharap kemitraan ini tidak hanya menjadi seremonial penandatanganan, tetapi dapat menghasilkan program-program nyata yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja dan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang semakin terlindungi, produktif, dan berkelanjutan," tutup Nursalam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....