Dinas P2KB Palu Luncurkan SISWAKU, Perkuat Edukasi Kependudukan dan Lingkungan

  • 01 Okt 2026 14:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau P2KB Kota Palu meluncurkan inovasi Sekolah Siaga Kependudukan Berwawasan Lingkungan atau SISWAKU di SMP Al Azhar Mandiri Palu, Rabu, 30 September 2026. Program tersebut mengintegrasikan edukasi kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, dan wawasan lingkungan ke dalam pembelajaran serta budaya sekolah.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengapresiasi inovasi yang digagas Dinas P2KB tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai kependudukan, keluarga berkualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu diperkenalkan kepada generasi muda sejak berada di bangku sekolah.

“Program ini sangat relevan dengan tantangan kita hari ini. Anak-anak harus dibekali pemahaman tentang kependudukan, keluarga berkualitas, dan bagaimana menjaga lingkungan sejak dari bangku sekolah,” ujarnya.

Imelda menegaskan SISWAKU tidak berhenti sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional atau PKN Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026. Ia mendorong program tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah di Kota Palu.

Imelda berharap penerapan SISWAKU dapat melibatkan sekolah, guru, siswa, dan pemangku kepentingan terkait secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda Kota Palu yang memiliki kesadaran kependudukan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Dinas P2KB Kota Palu Ridwan Mustapa mengatakan SISWAKU merupakan pengembangan dari program Sekolah Siaga Kependudukan atau SSK. Inovasi tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman siswa mengenai isu kependudukan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengintegrasikan materi kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, dan wawasan lingkungan ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah, sehingga siswa memiliki kesiapan dalam menghadapi bonus demografi,” jelas Ridwan.

Melalui SISWAKU, sekolah didorong menjadi pusat edukasi yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kependudukan, tetapi juga membangun kebiasaan yang mendukung kelestarian lingkungan. Program tersebut antara lain mencakup penyediaan pojok kependudukan, aksi penghijauan, pengelolaan sampah, serta pembinaan remaja.

Ridwan menjelaskan SMP Al Azhar Mandiri Palu dipilih sebagai lokasi peluncuran sekaligus diharapkan dapat menjadi sekolah model penerapan SISWAKU. Penerapan program di sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain yang ingin mengembangkan edukasi kependudukan berbasis lingkungan.

Menurut Dinas P2KB, penguatan edukasi kependudukan di sekolah berkaitan dengan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan struktur penduduk dan bonus demografi. Karena itu, pembekalan siswa tidak hanya diarahkan pada pengetahuan kependudukan, tetapi juga kesehatan reproduksi dan perilaku yang mendukung lingkungan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....