FKP dan RRI Palu Siapkan Dialog Refleksi Delapan Tahun Pascabencana 2018

  • 17 Sep 2026 06:15 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) RRI Palu bersama LPP RRI Palu menyiapkan kegiatan dialog publik untuk merefleksikan delapan tahun pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala (Pasigala) pada 2018 silam. Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palu pada 28 September 2026 dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan pengurus FKP RRI Palu dengan jajaran pimpinan LPP RRI Palu yang dipimpin Kepala Stasiun RRI Palu, Agustini, didampingi para ketua tim. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor RRI Palu, Rabu, 16 September 2026.

Ketua FKP RRI Palu, Hardi D. Yambas, mengatakan dialog tersebut akan menjadi ruang refleksi terhadap berbagai aspek penanganan pascabencana yang telah dilakukan selama delapan tahun terakhir. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui sejauh mana pemulihan yang telah berjalan, baik dari sisi infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan penyintas.

“Kita merefleksi sejauh mana pascabencana ini. Infrastruktur di Kota Palu dan wilayah Pasigala, apakah penanganannya sudah berjalan dengan baik atau masih ada yang perlu dipenuhi sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Hardi menjelaskan, dialog tersebut direncanakan menghadirkan Wali Kota Palu sebagai narasumber utama. Selain itu, masyarakat dan pendengar RRI juga akan dilibatkan untuk menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait kondisi pascabencana.

Pertemuan pengurus FKP RRI bersama Kepala Stasiun RRI Palu Agustini (tengah) beserta jajaran di ruang rapat kantor RRI Palu, Rabu, 16 September 2026 (Foto: RRI Palu)

Menurut Hardi, kegiatan tersebut sejalan dengan fungsi FKP sebagai mitra strategis RRI yang menjembatani kepentingan masyarakat. FKP diharapkan dapat mendorong agar berbagai persoalan publik memperoleh ruang untuk dibahas melalui siaran RRI.

“Forum Komunikasi Pemerhati Radio ini memberikan masukan dan saran kepada RRI. Kita ingin RRI menjadi media yang betul-betul menyuarakan kepentingan masyarakat,” katanya.

Senada dengan hal itu, Kepala Stasiun RRI Palu, Agustini menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi pada rencana program dialog tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut bukan hanya sekadar peringatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk mengukur kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana di masa yang akan dating.

"Refleksi 8 Tahun peristiwa tsunami akan menjadi wadah untuk mengevaluasi perjalanan pemulihan kota pascabencana, memperkuat mitigasi bencana, serta mengenang para korban," ucap Agustini.

Ia mengatakan melalui kegiatan tersebut, menjadi bentuk komitmen nyata RRI dalam memberikan edukasi kepada masayrakat terkait mitigasi bencana. Hal itu sejalan dengan fungsi RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang tidak hanya memberikan informasi dan hiburan, tetapi mampu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, FKP dan RRI Palu berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang produktif bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas siaran, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat fungsi RRI sebagai media publik yang menyuarakan aspirasi dan kepentingan masyarakat secara independen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....