BWS Sulawesi III: Pemeliharaan Sabo Dam Bangga Dilakukan Bertahap
- 29 Sep 2026 19:40 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melakukan pemeliharaan Sabo Dam Bangga di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, secara bertahap sepanjang 2026 untuk menjaga fungsi bangunan sebagai pengendali sedimen Sungai Bangga.
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) Sulawesi III Palu Didi Wahyu Widiarosi mengatakan pemeliharaan dilakukan untuk mempertahankan kapasitas tampung sedimen sekaligus memastikan fungsi Sabo Dam tetap berjalan.
“Sabo Dam Bangga merupakan salah satu infrastruktur yang berfungsi mengendalikan dan menampung material sedimen yang terbawa aliran Sungai Bangga,” kata Didi dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Selasa, 29 September 2026.
Ia menjelaskan pemeliharaan Sabo Dam Bangga pada 2026 direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada Februari dengan pekerjaan penggalian dan pembersihan tampungan sedimen di Sabo Dam 3 yang berada di bagian hulu.
Pemeliharaan dilanjutkan pada Juli 2026 di Sabo Dam 1 yang berada di bagian hilir. Pekerjaan berupa penggalian dan pembersihan tampungan sedimen dilakukan untuk mempertahankan kapasitas tampung dan mendukung fungsi bangunan dalam mengendalikan material sedimen.
Sementara tahap ketiga yang semula dijadwalkan pada September 2026 berpotensi bergeser menjadi Oktober karena proses revisi POK atau anggaran masih berlangsung.
“Pada tahap ini, pemeliharaan kembali akan difokuskan pada Sabo Dam 3,” katanya.
Didi mengatakan pekerjaan tahap ketiga meliputi perbaikan papan nomenklatur, pembabatan dan pembersihan vegetasi di jalan akses serta tubuh bangunan, penggalian sedimen, dan pembersihan material banjir yang tersangkut pada bagian pelimpah.
BWS Sulawesi III Palu juga merencanakan perbaikan papan informasi bangunan dan papan larangan di area Sabo Dam 2 yang sebelumnya hilang akibat perusakan.
“Pekerjaan pembersihan vegetasi dan perbaikan fasilitas pendukung tersebut akan dilakukan bersamaan dengan penggalian sedimen. Langkah ini dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Didi.
Terkait kondisi vegetasi dan sejumlah fasilitas pelengkap di kawasan Sabo Dam Bangga, Didi mengatakan kondisi tersebut tidak secara langsung memengaruhi fungsi utama bangunan dalam mengendalikan dan menampung sedimen.
"Keberadaan vegetasi maupun kerusakan pada sejumlah fasilitas pelengkap tidak secara langsung memengaruhi fungsi utama Sabo Dam dalam mengendalikan dan menampung sedimen,” katanya.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian BWS Sulawesi III Palu dan telah dimasukkan dalam rencana pemeliharaan.
BWS Sulawesi III Palu juga telah melakukan pemeriksaan lapangan sebagai tindak lanjut informasi mengenai kondisi Sabo Dam Bangga. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik bangunan, pelimpah, tampungan sedimen, vegetasi pada tubuh bangunan, jalan akses, papan nomenklatur, dan sejumlah komponen pendukung lainnya.
“Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan ketersediaan anggaran,” ucapnya.
Didi mengatakan pemeliharaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjaga keberfungsian Sabo Dam Bangga sebagai infrastruktur pengendali sedimen sekaligus mendukung perlindungan masyarakat dan kawasan di sepanjang bagian hilir Sungai Bangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....